Persaingan Trump-Biden Picu Kekhawatiran Investor, Pasar Keuangan akan Terkoreksi

    Antara - 04 November 2020 18:11 WIB
    Persaingan Trump-Biden Picu Kekhawatiran Investor, Pasar Keuangan akan Terkoreksi
    Sebuah layar televisi di Tokyo, Jepang, memperlihatkan proses penghitungan sementara pilpres AS - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai hasil sementara Pilpres AS yang menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Joe Biden berpotensi memicu kekhawatiran investor. Hal ini dikarenakan ekspektasi pasar cenderung memilih Joe Biden.

    “Kalau Trump menang, ada potensi risiko sentimen akan kembali meningkat lagi sehingga cenderung akan pegang safe haven aset dulu yakni dolar AS,” kata Josua dikutip dari Antara, Rabu, 4 November 2020.

    Menurutnya kondisi tersebut bakal mendorong permintaan terhadap dolar AS. Dampaknya, nilai tukar mata uang negara berkembang akan melemah sehingga pasar keuangan berpotensi terkoreksi.

    “Sehingga investor memilih memegang dolar sehingga permintaan dolar AS meningkat, akhirnya semua mata uang di Asia relatif akan cenderung melemah dan pasar keuangan berpotensi terkoreksi kalau seandainya tidak sesuai harapan pasar,” terang dia.

    Persaingan ketat pada penghitungan suara Trump dan Biden itu, lanjut dia, sudah menimbulkan respons beragam pelaku pasar yakni menguatnya dolar AS dan sebagian pasar saham terkoreksi. Begitu juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 1,05 persen ke level 5.105 atau turun 54,25 poin.


    “Lalu pasar saham Eropa siang dibuka cenderung melemah, sehingga ini responsnya agak beragam dan mata uang cenderung melemah meski rupiah ditutup menguat tapi keseluruhan Asia mata uangnya melemah,” ungkapnya.

    Josua menambahkan pelaku pasar keuangan global lebih memilih Joe Biden karena kebijakannya dinilai lebih antisipatif dibandingkan Trump yang cenderung diwarnai ketidakpastian dan banyak kejutan.

    Selain itu, stimulus lebih besar yang diinginkan partai pengusung Biden juga akan mendorong likuiditas dolar di pasar keuangan global. Hal itu mendukung potensi penguatan mata uang negara berkembang sehingga berdampak pada peningkatan aliran modal asing.

    “Biden dianggap cenderung lebih baik secara umum dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi global dan di AS dengan jumlah stimulus yang besar itu, beda dengan Biden, Trump penuh ketidakpastian, mungkin itu yang kurang disukai pasar,” pungkas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id