Antam Catat Kinerja Segmen Nikel Positif Sepanjang 9 Bulan

    Annisa ayu artanti - 23 Oktober 2020 19:09 WIB
    Antam Catat Kinerja Segmen Nikel Positif Sepanjang 9 Bulan
    Ilustrasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) - - Foto: dok MI
    Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja segmen nikel di kuartal III-2020. Hal ini seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel.
     

    Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI0, Jumat, 23 Oktober 2020 untuk komoditas feronikel sepanjang kuartal III-2020 mencatatkan produksi feronikel unaudited sebesar 6.371 ton nikel dalam feronikel (TNi). Jumlah itu tumbuh sebesar enam persen dibandingkan capaian produksi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 6.035 TNi.

    Sementara untuk kinerja penjualan unaudited feronikel pada kuartal III-2020 tercatat mencapai 6.462 TNi. Akumulasi capaian kinerja produksi dan penjualan unaudited feronikel Antam sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2020 tercatat sebesar masing-masing 19.133 TNi dan 19.507 TNi.
     
    Untuk komoditas bijih nikel tercatat produksi bijih nikel unaudited yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik pada kuartal III-2020 mencapai 1,49 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 100 persen dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada periode kuartal II-2020 sebesar 745 ribu wmt.

    Sedangkan capaian penjualan unaudited bijih nikel pada kuartal III-2020 tercatat sebesar 1,04 juta wmt, tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada kuartal II-2020 sebesar 168 ribu wmt. Adapun sepanjang periode sembilan bulan pertama 2020 produksi unaudited bijih nikel Antam mencapai 2,86 juta wmt dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 1,21 juta wmt.

    Kedepannya, Antam akan berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

    Sejalan dengan ditetapkannya Harga Patokan Mineral Logam di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang memberikan tingkat harga jual mineral dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri.
     

    Lalu, dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, Antam juga akan fokus pada upaya penurunan biaya tunai produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal. Melalui langkah ini, biaya tunai feronikel audited Antam sepanjang periode sembilan bulan pertama 2020 tercatat sebesar USD3,34 per pon nikel.

    Hingga 2019 tercatat posisi cadangan bijih nikel Antam sebesar 353,74 juta wmt dengan sumber daya bijih nikel mencapai sebesar 1,36 miliar wmt. Potensi cadangan dan sumberdaya mineral nikel tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangkan skala bisnis perusahaan melalui hilirisasi mineral nikel guna menciptakan nilai tambah produk nikel. 

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id