4 Tips Kumpulkan Dana Darurat saat Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 03 Oktober 2020 13:03 WIB
    4 Tips Kumpulkan Dana Darurat saat Pandemi Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Pandemi covid-19 menciptakan kebiasaan finansial baru bagi masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan aktivitas konsumsi. Namun apakah hal ini menjadi pertanda buruk? Terlepas dari itu, masyarakat memang perlu merencanakan keuangan termasuk memasuki kenormalan baru saat pandemi covid-19.

    Survei dari McKinsey and Company menunjukkan 83 persen masyarakat Indonesia akan lebih berhati-hati saat mengeluarkan uang di era pandemi ini. Hasil survei senada dengan kenyataan menurunnya aktivitas konsumsi di masa pandemi yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan domestik bruto.

    Adapun sentimen lain terhadap pandemi ini, 62 persen responden setuju bahwa ketidakpastian ekonomi cukup mengganggu keputusannya untuk belanja. Namun yang cukup mengkhawatirkan adalah 55 persen responden merasa bahwa pekerjaannya menjadi kurang aman. Sementara 59 persen lainnya merasa bahwa penghasilannya mengalami penurunan.

    Survei McKinsey mengindikasikan adanya masalah yang cukup besar dan mengancam keamanan finansial individu atau sebuah keluarga. Masalah yang dimaksud adalah risiko hilangnya pendapatan di tengah pandemi. Selain memiliki asuransi jiwa maupun kesehatan, salah satu cara untuk memitigasi risiko ini adalah dengan menyediakan dana darurat.

    Dana darurat tentu akan sangat berguna untuk mengcover pengeluaran bulanan kita di saat kita tidak lagi menerima pemasukan. Mengutip Lifepal, Sabtu, 3 Oktober 2020, berikut tips untuk mengumpulkan dana darurat.

    Pertama, kenali berapa besar kebutuhan dana darurat. Dalam perencanaan keuangan, dana darurat kerap kali disebut dengan istilah basic liquidity ratio atau rasio likuiditas. Besaran kebutuhan dana darurat untuk seseorang memang tidak bisa dipukul rata. Namun, dana tersebut tetap perlu direncanakan.

    Kedua, coret pengeluaran yang bersifat keinginan. Jika selama ini merasa pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan, cobalah untuk mengetatkan ikat pinggang alias mengurangi pengeluaran rutin bulanan.

    Tidak dipungkiri bahwa tidak sedikit masyarakat yang menghemat pengeluaran di masa pandemi. Namun alangkah lebih baik untuk lebih spesifik terhadap pengeluaran yang bersifat gaya hidup atau keinginan saja, bukan yang bersifat kebutuhan atau pengeluaran pokok.

    Ketiga, tambah pendapatan bulanan untuk mempercepat pengumpulan dana darurat. Selain mengurangi pengeluaran, cara lain untuk mempercepat proses pengumpulan dana darurat adalah dengan menambah penghasilan. Penghasilan tambahan bisa didapat dari kerja sampingan atau dengan melakukan investasi jangka pendek.

    Sebut saja dengan menempatkan dana di deposito, obligasi negara atau sukuk. Bunga dari penempatan dana di instrumen-instrumen keuangan tersebut bisa langsung diterima dan masuk ke rekening pribadi layaknya pendapatan pasif.

    Keempat, alokasikan dana minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk menabung dana darurat. Jika belum mengetahui berapa besar dana yang harus disisihkan per bulan untuk dana darurat, maka alokasikan saja dana minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk kepentingan ini.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id