Aksi Ambil Untung Mengintai Gerak IHSG

    Angga Bratadharma - 19 November 2020 08:48 WIB
    Aksi Ambil Untung Mengintai Gerak IHSG
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terjebak di zona merah lantaran diintai aksi ambil untung. Katalis positif diharapkan terus berdatangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, guna memperkuat IHSG tetap berada di jalur hijau.

    "Kami memperkirakan IHSG hari ini berpotensi bergerak melemah dengan antisipasi aksi ambil untung serta minimnya sentimen domestik yang dapat mengangkat market," ungkap Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Kamis, 19 November 2020.

    Hari ini data domestik yang akan dirilis adalah suku bunga acuan milik Bank Indonesia atau BI7DRRR dengan perkiraan konsensus stabil pada level empat persen. Selain itu, initial jobless claims AS per November 2020 menurut konsensus akan sedikit turun menjadi 700 ribu dibandingkan dengan 709 ribu.

    Indeks EIDO minus 0,69 persen dan IHSG Rabu ditutup menguat 0,5 persen menjadi 5.557,5 dengan pendorong saham BBRI, BMRI, dan MAYA. Beli bersih asing pada pasar reguler mencapai Rp475 miliar. Saham dengan nilai beli bersih asing asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp307,3 miliar), BBRI (Rp193,8 miliar), dan MDKA (Rp75,2 miliar).

    Di sisi lain, indeks saham utama Wall Street tumbang pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Tekanan terjadi karena investor cemas dengan kekhawatiran atas melonjaknya kasus infeksi covid-19 di Amerika Serikat.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 344,93 poin atau 1,16 persen menjadi 29.438,42. S&P 500 turun 41,74 poin atau 1,16 persen menjadi 3.567,79. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,74 poin atau 0,82 persen menjadi 11.801,60.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup turun 2,88 persen, memimpin penurunan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Pergerakan pasar yang negatif terjadi ketika kasus virus korona baru terus meningkat di Amerika Serikat. Pejabat Kota New York mengatakan sistem sekolah umum akan ditutup dalam upaya untuk menahan meningkatnya kasus penyebaran covid-19.

    Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat telah melaporkan lebih dari 11,4 juta kasus secara total dengan lebih dari 250 ribu kematian pada Rabu sore. Investor juga mengikuti dengan cermat berita tentang vaksin potensial untuk menghentikan covid-19.

    Produsen obat AS Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, mengatakan analisis akhir dari data uji klinis menunjukkan kandidat vaksin covid-19 mereka 95 persen efektif. Mereka berencana mengajukan permohonan untuk otorisasi penggunaan darurat dalam beberapa hari.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id