BI Dapat Stok USD60 Miliar dari The Fed

    Husen Miftahudin - 07 April 2020 19:13 WIB
    BI Dapat Stok USD60 Miliar dari The Fed
    Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar..
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) menyepakati kerja sama repurchase agreement line (repo line). Kerja sama tersebut berupa penyediaan fasilitas stok dolar dari The Fed kepada BI sebanyak USD60 miliar.

    "Itu bentuknya adalah repo line. Dalam instilahnya The Fed, kerja sama dengan sejumlah bank sentral itu dikategorikan dalam bentuk foreign and international monetary authorities atau FIMA, termasuk Indonesia," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 7 April 2020.

    Menurut Perry, kerja sama BI dengan The Fed menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kebijakan fiskal maupun moneter yang baik. Indonesia pun menjadi prospek yang bagus bagi para investor asing.

    "Kerja sama dengan The Fed (FIMA repo line) itu hanya dilakukan dengan sejumlah negara emerging market. Ini adalah bagian kepercayaan dari The Fed kepada Indonesia bahwa Indonesia mempunyai prospek yang bagus baik dari makroekonomi, bank sentral, maupun di bidang keuangan itu prudent," ungkap Perry.

    Fasilitas repo line akan diberikan The Fed ketika Bank Indonesia memerlukan likuiditas dolar. Namun demikian, saat ini bank sentral menyatakan belum memiliki rencana untuk menggunakan fasilitas likuiditas sebanyak USD60 miliar tersebut.

    Perry menegaskan cadangan devisa (cadev) yang dimiliki Indonesia saat ini masih lebih dari cukup. Adapun posisi cadev pada akhir Maret 2020 adalah sebesar USD121,0 miliar.

    "Dalam pengelolaan cadangan devisa, kita memang yang USD121 miliar itu kami sudah alokasikan sebagaian dalam cadangan devisa yang likuid untuk kebutuhan-kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah, itu cukup. Sementara yang lainnya untuk bisa menghasilkan return yang baik," jelas dia.

    Perry juga memastikan bahwa Bank Indonesia memiliki berbagai lapisan untuk menyokong cadev ketika diperlukan. Selain repo line dengan The Fed, BI juga menjalankan kerja sama dengan berbagai bank sentral dalam penyediaan stok dolar (fasilitas repo line) seperti The Bank for International Settlement (BIS) senilai USD2,5 miliar.

    "Kemudian dengan The Monetary of Singapore USD3 miliar, dan dengan sejumlah bank-bank sentral di kawasan jumlahnya kurang lebih sekitar USD500 juta sampai USD1 miliar. Ini adalah langkah kalau diperlukan likuiditas dolar," tutup Perry.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id