BI Proyeksi September Deflasi 0,01%

    Husen Miftahudin - 11 September 2020 16:31 WIB
    BI Proyeksi September Deflasi 0,01%
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang September 2020 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Tingkat perkembangan harga ini tercermin dari data survei pemantauan harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan BI pada pekan kedua September 2020.

    "Perkembangan harga pada September 2020 diperkirakan deflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,92 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,46 persen (yoy)," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 11 September 2020.

    Adapun penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras dan bawang merah masing-masing sebesar minus 0,03 persen (mtm), daging ayam ras minus 0,02 persen (mtm), jeruk, cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar minus 0,01 persen (mtm).

    "Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm)," urainya.

    Bank Indonesia, tegasnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Serta melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ungkap Onny.

    Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga pada Agustus 2020 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Secara umum BPS melihat adanya penurunan harga komoditas sehingga menyebabkan deflasi pada bulan lalu tersebut.

    Deflasi utamanya disebabkan oleh penurunan harga yang terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat deflasi sebesar 0,86 persen dan memberikan andil kepada deflasi sebanyak 0,22 persen. Dari kelompok pengeluaran ini, penurunan harga daging ayam ras paling dominan dalam menyumbang deflasi, yakni sebesar 0,09 persen.

    Secara tahun kalender atau year to date (ytd) sejak Januari hingga Agustus 2020, tingkat inflasi mencapai sebesar 0,93 persen. Sedangkan tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy) dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah sebesar 1,32 persen.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id