AFPI: Perkembangan Fintech RI Paling Pesat di Asia Tenggara

    Husen Miftahudin - 08 September 2020 23:07 WIB
    AFPI: Perkembangan <i>Fintech</i> RI Paling Pesat di Asia Tenggara
    Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom
    Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi menyatakan perkembangan financial technology (fintech) di Indonesia, baik dari sisi size maupun dari segi volume-nya merupakan yang paling pesat dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    "Hal ini tidak terlepas dari potensi pasar di Indonesia. Ini terkait dengan financial inclusion (inklusi keuangan), terutama kalau kita bicara dari sisi consumer maupun dari sisi UMKM," ujar Adrian dalam webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tema Transformasi BPR: Inovasi dan Kolaborasi, Selasa, 8 September 2020.

    Berdasarkan data OJK per 14 Agustus 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending yang terdaftar dan berizin adalah sebanyak 157 perusahaan. Jumlah entitas fintech yang terdaftar sebanyak 124 perusahaan, sementara jumlah entitas fintech yang berizin sebanyak 33 perusahaan.


    Penyaluran pinjaman fintech peer to peer lending pun terus meningkat setiap tahun. Sejak 2016 hingga Juni 2020 total pembiayaan yang disalurkan pinjaman online tersebut mencapai sebanyak Rp113,46 triliun, atau tumbuh sebanyak 153,23 persen dibandingkan posisi penyaluran pembiayaan pada Juni tahun sebelumnya.

    "Memang kalau kita lihat bahwa dana tersebut terus berputar dan relatif lebih jangka pendek dibandingkan dengan pinjaman-pinjaman yang ada di bank ataupun lembaga keuangan lainnya," ungkapnya.

    Begitu pun perkembangan dari sisi jumlah pemberi pinjaman (lenders) dan peminjam (borrowers). Total lenders per Juni 2020 mencapai sebanyak 659 ribu, sedangkan jumlah borrowers sebesar 25,76 juta. Adapun jumlah borrowers perusahaan mencapai sebanyak 3,6 juta.

    "Dari sisi lenders dan borrowers juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terutama kalau kita lihat dari sisi jumlah borrowers-nya yang sudah sebanyak 25 juta," jelas Adrian.

    Menurut dia, ekosistem fintech berkembang cukup pesat dalam waktu relatif singkat. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya regulasi yang mendukung dari OJK dan Bank Indonesia (BI).

    "Ini karena adanya regulasi yang mendukung, baik dari OJK maupun BI, khususnya dengan masing-masing fintech office. Hal ini sangat mendukung inovasi-inovasi dari perusahaan-perusahaan fintech sehingga bermunculan beragam fintech, yakni fintech lending, fintech payments, fintech crowdfunding equity, dan sebagainya," pungkas Adrian.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id