Kebijakan The Fed Buat Rupiah 'Panas Dingin'

    Husen Miftahudin - 01 September 2020 18:53 WIB
    Kebijakan The Fed Buat Rupiah 'Panas Dingin'
    Kurs rupiah diramal masih akan berfluktuasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada pertemuan para pejabat bank sentral dunia secara virtual memberikan gambaran yang dovish atau pesimistis mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

    Keinginan The Fed untuk mendorong inflasi domestiknya melebihi target inflasi di atas dua persen justru mendorong nilai tukar rupiah terhadap USD bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan hari ini.

    "Pasar mengamati kerangka kebijakan baru The Fed terus memicu taruhan bahwa suku bunga AS akan tetap lebih rendah lebih lama daripada negara lain. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus ke inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Selasa, 1 September 2020.

    Sementara dari kondisi di dalam negeri terdapat kabar baik. Hal ini tercermin dari aktivitas manufaktur yang mulai mengalami peningkatan dan sudah memasuki zona ekspansi.

    IHS Markit melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada periode Agustus 2020 berada di level 50,8. Posisi ini mengalami kenaikan dibandingkan level bulan sebelumnya yang sebesar 46,9.

    "Angka PMI manufaktur Indonesia kini berada di titik tertinggi sejak Februari. Artinya, perlahan tetapi pasti ekonomi (domestik) mulai pulih dan kembali ke level prapandemi covid-19," paparnya.

    Jika demikian, maka terbuka kemungkinan kontraksi perekonomian Indonesia di kuartal ketiga akan lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020. "Sehingga walaupun terjadi resesi, hanya bersifat sementara," tegas Ibrahim.

    Adapun dalam penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp14.572 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.562 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 10 poin atau setara 0,07 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.535 per USD sampai Rp14.612 per USD.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.570 per USD. Rupiah melemah 20 poin atau setara 0,14 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp14.550 per USD.

    Sementara berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.615 per USD atau mengalami pelemahan sebesar 61 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.554 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan ditransaksikan fluktuatif, dan ditutup melemah tipis di level Rp14.550 per USD hingga Rp14.620 per USD," tutup Ibrahim. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id