OJK Bakal Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit

    Husen Miftahudin - 27 Agustus 2020 16:05 WIB
    OJK Bakal Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit
    Ilustrasi OJK - - Foto: Antara/ Mohammad Ayudha
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperpanjang program restrukturisasi kredit di industri perbankan yang tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020. Perpanjangan restrukturisasi pinjaman ini ditujukan bagi pelaku usaha agar kembali bangkit usai mendapat restrukturisasi.

    "POJK 11 jawabannya iya akan diperpanjang untuk pengusaha-pengusaha yang memang bisa bangkit," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam telekonferensi Perkembangan Kebijakan OJK dan Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Wimboh menekankan, restrukturisasi kredit merupakan program sementara (temporary), bukan program yang akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Hal ini dalam rangka memberikan ruang bagi sektor usaha untuk segera bangkit kembali.

    "Ini semua dengan harapan, dengan dibukanya kembali perekonomian dan masyarakat (kembali) confidence (percaya diri), maka ini akan menjadi baik (aktivitas bisnis dan perekonomiannya). Disitulah nasabah-nasabah tersebut apabila memerlukan perpanjangan POJK 11, silakan," tegasnya.

    Sedari awal pihaknya telah menyampaikan bahwa POJK 11/2020 dikeluarkan bagi pelaku usaha yang betul-betul terkena dampak pandemi covid-19. Artinya pada saat pandemi menggerogoti seluruh sendi dan lini perekonomian tanah air pada pertengahan Maret 2020, aktivitas bisnis para pelaku usaha mulai mengalami perlambatan drastis.

    "Kalau sebelum covid-19 (usahanya) sudah mengalami kredit macet, jangan diberikan POJK 11 (restrukturisasi kredit) ini," ucap Wimboh.

    Dalam hal ini dia menyarankan agar bank segera membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) bagi pengusaha yang telah mengalami kredit macet sebelum covid-19. Pembentukan PPAP merupakan upaya penyisihan terhadap penghapusan aktiva produktif atas risiko kerugian kredit yang timbul.

    "Kalau memang ada nasabah yang sudah tidak mempunyai tanda-tanda kehidupan, ya sebaiknya (perbankan) langsung menerapkan POJK aslinya dengan membentuk PPAP dan juga dikategorikan sebagai non lancar," tuturnya.

    OJK saat ini terus berkoordinasi dengan industri bank untuk terus memonitor proses restrukturisasi kredit nasabah. Perpanjangan restrukturisasi bahkan menjadi agenda rapat OJK dengan para pengusaha.

    "Tolong dimonitor semua debitur yang dalam proses restrukturisasi ini. Karena cepat atau lambat, kalau ekonomi tumbuh, ini pasti mereka akan menggeliat dan tumbuh. Bahkan pemerintah ini sudah mulai memberikan insentif-insentif, baik subsidi bunga maupun juga tambahan modal kerja dengan dijamin pemerintah, ini jadi pendongkrak," pungkas Wimboh.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id