Bank Mandiri Naikkan Limit Transfer Online

    Annisa ayu artanti - 31 Maret 2020 13:25 WIB
    Bank Mandiri Naikkan Limit Transfer <i>Online</i>
    Bank Mandiri. Foto : MI/Adam Dwi.
    Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk menaikkan limit transfer online guna memberi keleluasaan nasabah bertransaksi dari rumah. Kebijakan ini berlaku untuk transfer sesama rekening dan antarbank.

    Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan semula limit transfer sesama rekening mandiri Rp100 juta, naik menjadi Rp200 juta. Sementara, transfer online antarbank dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta dengan limit per transaksi sebesar Rp50 juta. Kebijakan ini berlaku 30 Maret 2020.

    "Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami galakkan agar dapat menekan penyebaran covid-19," kata Hery dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2020.

    Selin itu, Hery juga menjelaskan Bank Mandiri juga menaikkan limit transaksi yang dilakukan nasabah korporasi dengan fasilitas Mandiri Internet Bisnis (MIB) untuk transfer ke Bank lain secara online dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta dan untuk SKN bahkan bisa sampai Rp1 miliar serta pembayaran tagihan hingga 200 juta.

    Sedangkan, khusus nasabah pengguna Mandiri Cash Management (MCM), sudah mempunyai keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan cukup dengan mengakses ke fitur setting limit diaplikasi MCM.

    "Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun retail sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional," ujarnya.

    Sebelumnya Hery menambahkan Bank Mandiri memberikan berbagai keringanan kepada nasabah yang bidang usaha atau pekerjaan nya terdampak oleh krisis virus korona. Relaksasi itu antara lain kebijakan penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga, perpanjangan waktu dan atau penurunan suku bunga untuk maksimal satu tahun atau skema restrukturisasi lainnya sesuai jenis dan kondisi usaha debitur.

    Selain itu, pengemudi ojek atau driver online yang terdampak covid-19 dan memiliki kredit kendaraan bermotor juga berkesempatan mendapatkan kebijakan relaksasi pembayaran cicilan.

    "Adapun teknis implementasi relaksasi tersebut, secara detil mengacu pada peraturan OJK terkait dan disesuaikan dengan segmentasi nasabah," tukasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id