Semester I-2021, BCA Raup Laba Bersih Rp14,45 Triliun

    Husen Miftahudin, Annisa ayu artanti - 22 Juli 2021 19:40 WIB
    Semester I-2021, BCA Raup Laba Bersih Rp14,45 Triliun
    Ilustrasi. Foto: Dok. BCA



    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup laba bersih sebanyak Rp14,45 triliun di sepanjang semester I-2021. Angka tersebut tumbuh 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Kami melaporkan bahwa performa BCA solid pada semester I-2021. Hingga Juni 2021, kami melihat beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi virtual, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Jahja menjelaskan, raihan laba bersih tersebut disebabkan basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II-2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit (cost of credit) saat awal pandemi covid-19 di kuartal II tahun lalu.

    "Sebagai catatan, biaya cadangan di kuartal II-2020 tercatat sebesar 32,4 persen, lebih besar dibandingkan dengan kuartal II-2021," ungkap dia.

    Adapun BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8 persen (yoy) menjadi Rp28,3 triliun pada semester I-2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 1,2 persen (yoy) menjadi Rp10,2 triliun.

    "Penurunan ini sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu. Namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee (biaya) dan komisi," paparnya.

    Pendapatan biaya dan komisi naik 7,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi, terutama ditopang oleh pulihnya pendapatan fee dari perbankan transaksi seiring dengan peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi.

    "Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4 persen dari tahun lalu," urai Jahja.

    Secara tahunan, total kredit sebesar Rp593,6 triliun pada Juni 2021, didukung oleh segmen korporasi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0 persen (yoy) menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021.

    Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9 persen menjadi Rp93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021, sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada kuartal kedua tahun ini.

    Saldo outstanding kartu kredit juga berhasil mencatatkan rebound, naik 4,5 persen (yoy) menjadi Rp14,0 triliun. Kredit komersial dan UKM terkoreksi 1,0 persen (yoy) menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Sementara itu, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 13,4 persen (yoy) menjadi Rp36,8 triliun.

    Kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap kokoh, dengan CASA naik 21,0 persen (yoy) menjadi Rp697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8 persen (yoy) mencapai Rp198,2 triliun.

    "Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8 persen (yoy) menjadi Rp1.129,5 triliun di akhir Juni 2021," jelas Jahja.

    Dengan memanfaatkan basis nasabah yang besar serta memperkuat ekspansi ekosistem digital, BCA mampu mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi sebagai penggerak pendanaan CASA yang solid.

    BCA memproses 41 juta transaksi per hari secara rata-rata pada semester I-2021, naik dari 28 juta di periode yang sama tahun lalu. CASA berkontribusi sebesar 77,9 persen dari total dana pihak ketiga per Juni 2021.

    Sementara permodalan BCA tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,3 persen, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4 persen.

    "Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi," ucap Jahja.

    Adapun pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II tahun ini, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut. Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1 persen, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 16,6 persen.

    "Pandemi telah mempercepat digitalisasi dalam banyak hal, termasuk dalam penyediaan layanan perbankan. Tren digitalisasi ini akan terus berlanjut, seperti terlihat dari jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking kami yang tumbuh secara eksponensial. Hal ini merupakan dinamika yang tidak dapat dihindari, dan kami senantiasa membuka pintu kepada seluruh mitra bisnis untuk dapat bekerja sama di era kolaborasi," pungkas Jahja.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id