Mei 2021, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Tumbuh Melambat

    Husen Miftahudin - 18 Juni 2021 19:31 WIB
    Mei 2021, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Tumbuh Melambat
    Ilustrasi pinjaman kredit korporasi - - Foto: Medcom



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) dalam Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Mei 2021 mengindikasikan bahwa kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021 tumbuh melambat. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 16,1 persen, tidak setinggi SBT 24,8 persen pada bulan sebelumnya.

    Adapun sejumlah sektor yang mengalami peningkatan kebutuhan pembiayaan antara lain sektor Perdagangan, Reparasi Mobil dan Motor, Pertambangan, dan Jasa Kesehatan, terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban jatuh tempo, mendukung pemulihan usai new normal dan investasi.

     



    "Sementara itu, sektor yang mengalami perlambatan yaitu sektor Pertanian, Informasi dan Komunikasi, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Konstruksi," ungkap hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 18 Juni 2021.

    Pada periode laporan, responden menginformasikan bahwa kebutuhan pembiayaan yang meningkat dipenuhi dari dana sendiri sebesar 62,9 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 57,7 persen. Sementara itu, pangsa pinjaman perbankan dalam negeri sedikit menurun dari 10,2 persen pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 8,1 persen.

    Secara umum, preferensi responden yang memilih menggunakan dana sendiri terutama didasarkan pada alasan kemudahan dan kecepatan memperoleh dana (68,8 persen), optimalisasi fasilitas eksisting (12,5 persen), dan biaya suku bunga yang lebih murah (8,3 persen). Berikutnya, responden yang memilih menambah pinjaman perbankan menyampaikan alasan pemilihan sumber pembiayaan tersebut terutama karena kemudahan dan kecepatan perolehan dana (64,3 persen).


    "Sementara responden yang memilih menggunakan pembiayaan dari perusahaan afiliasi atau induk menyatakan bahwa kemudahan dan kecepatan perolehan dana (60 persen) dan optimalisasi fasilitas existing (20 persen) menjadi faktor utama yang mendorong preferensi pemilihan tersebut," papar survei.

    Di sisi lain, Bank Indonesia memprakirakan bahwa kebutuhan pembiayaan tiga bulan yang akan datang (Agustus 2021) juga meningkat, meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya. Ini terindikasi dari SBT sebesar 24,1 persen atau lebih rendah dari SBT 27,3 persen pada bulan sebelumnya.

    Beberapa sektor dengan peningkatan pembiayaan terbesar adalah Pertambangan, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan, Jasa Perusahaan, dan Jasa Kesehatan. Sementara itu beberapa sektor yang tercatat menyampaikan kebutuhan pembiayaan yang lebih rendah antara lain sektor Pertanian, Industri Pengolahan dan Perdagangan.

    Pemenuhan kebutuhan dana tiga bulan ke depan tersebut diprakirakan terutama diperoleh dari dana sendiri (58,4 persen) diikuti oleh menambah pinjaman ke perbankan (20,8 persen) dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik (14,4 persen).

    "Responden menyampaikan peningkatan kebutuhan pembiayaan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional (83,2 persen), membayar kewajiban jatuh tempo (29,6 persen), dan mendukung pemulihan permintaan domestik pasca penerapan new normal (23,2 persen," tutup survei tersebut.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id