comscore

Bos OJK Dorong Kolaborasi Lintas Industri Keuangan Ciptakan Layanan Ramah Konsumen

Husen Miftahudin - 11 November 2021 17:20 WIB
Bos OJK Dorong Kolaborasi Lintas Industri Keuangan Ciptakan Layanan Ramah Konsumen
Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: MI/ Adam Dwi
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendorong kolaborasi lintas industri dan meningkatkan inovasi, terutama pada layanan dan produk keuangan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan inovasi dalam satu ekosistem keuangan digital secara terintegrasi.

"Kolaborasi dan inovasi ini akan menghasilkan produk atau layanan keuangan yang ramah konsumen dengan pricing yang kompetitif dan membuka akses keuangan ke masyarakat yang lebih luas," ujar Wimboh dalam Opening Ceremony Bulan Fintech Nasional (BFN) dan Indonesia Fintech Summit 2021, Kamis, 11 November 2021.

 



Sementara itu untuk mendorong transformasi digital di sektor jasa keuangan, OJK telah merilis sejumlah kebijakan yang tercakup dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 dan Digital Finance Innovation Roadmap and Action Plan 2020-2024 yang berfokus pada lima hal utama.

Pertama, mendorong implementasi transformasi digital yang cepat dan masif di sektor jasa keuangan guna menciptakan lembaga jasa keuangan yang agile, adaptif, dan kompetitif. Dalam hal ini telah dibentuk OJK Innovation Center for Digital Financial (OJK Infinity) dan regulatory sandbox.

"Itu sebagai wadah bagi lembaga jasa keuangan untuk mengembangkan dan menguji inovasi guna mendukung stabilitas sistem keuangan dan mendorong inklusi keuangan," paparnya.

Kedua, menciptakan iklim pengaturan yang ramah inovasi dan tetap mengutamakan aspek perlindungan konsumen. Antara lain dengan memberikan ruang sinergi antarlembaga jasa keuangan dan perusahaan berbasis teknologi sehingga dapat mempercepat pengembangan infrastruktur teknologi baru di sektor jasa keuangan yang lebih andal.

Ketiga, mengembangkan layanan keuangan digital kontributif dan inklusif yang berfokus pada pemberdayaan UMKM. Terkait hal ini, OJK membuka akses layanan keuangan UMKM yang lebih luas dengan menciptakan ekosistem digital, seperti Bank Wakaf Mikro (BWM), Security Crowdfunding, dan digital marketplace UMKM yang dikenal dengan nama UMKM-MU.

Menurut Wimboh, kebijakan ini memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingkat inklusi keuangan yang meningkat pada 2019 sebesar 76,19 persen dibandingkan 2016 yang hanya sebesar 67,8 persen.


"Kami yakin, pada 2024 nanti seluruh kebijakan OJK ini dapat meningkatkan inklusi keuangan menjadi sebesar 90 persen sebagaimana ditargetkan oleh pemerintah," ucapnya.

Keempat, lanjut dia, meningkatkan kapasitas dan talenta sumber daya manusia di bidang digital di sektor jasa keuangan melalui berbagai program sertifikasi berstandar internasional dan implementasi capacity building untuk menciptakan tenaga kerja yang digital ready serta memiliki keterampilan dan kapabilitas yang dibutuhkan dalam ekonomi digital.

"Kelima, meningkatkan kualitas pengawasan melalui percepatan pelaksanaan pengawasan berbasis IT (Sup-tech) dan Reg-tech. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengolahan data, analisis, dan evaluasi permasalahan sejak dini untuk mendukung kegiatan pengawasan dan pengambilan keputusan yang lebih efisien," pungkas Wimboh.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id