Indonesia Disebut Pasar Strategis Investasi Aset Kripto

    Angga Bratadharma - 11 Juni 2021 09:48 WIB
    Indonesia Disebut Pasar Strategis Investasi Aset Kripto
    Ilustrasi. AFP PHOTO/JACK GUEZ



    Jakarta: Investasi aset kripto di Indonesia, khususnya bitcoin selama beberapa bulan terakhir berkembang sangat pesat. Aset kripto digadang-gadang membawa ruang perdagangan investasi baru yang lebih transparan dan menjanjikan bagi nasabah maupun pelaku industri, meski tetap harus diwaspadai aspek risikonya.

    Terlepas dari itu, masih banyak yang merasa asing dengan sistem investasi aset digital ini. Tentu masyarakat tidak boleh sembarangan dalam berinvestasi di aset digital ini. Pemahaman, disiplin, terus belajar, dan mencermati situasi dan kondisi diperlukan guna meminimalisir kerugian.

     



    Masih besarnya peluang di aset digital ini yang membuat para pemain berdatangan di Tanah Air. Zipmex, misalnya, platform investasi digital ikut meramaikan investasi digital di Indonesia. Zipmex pertama kali didirikan di Singapura pada 2018 dan sudah berekspansi ke Thailand, Indonesia, dan Australia.

    Co-Founder dan CEO Zipmex Marcus Lim memilih Indonesia karena Indonesia dinilai memiliki pasar potensial yang besar, dan merupakan target pasar yang strategis. Zipmex juga telah teregulasi sesuai dengan aturan dan regulasi pemerintah di masing-masing negara.


    "Zipmex bekerja sebagai regional player dan beroperasi sesuai dengan regulasi yang ada di masing-masing negara. Di Indonesia misalnya, Zipmex telah teregulasi Bappebti dan Kominfo," kata Lim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 11 Juni 2021.

    Di sisi lain, mata uang kripto dinilai menjadi instrumen investasi yang menguntungkan bagi mereka yang mempercayainya. Sebab, kripto diyakini mampu melahirkan jutawan bahkan miliuner baru dalam beberapa tahun terakhir. Namun faktanya, investasi ini penuh dengan risiko dan memiliki ketidakpastian yang tinggi.
     
    Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) Dian Masyita, ketidakpastian harga kripto tercipta dari mekanisme permintaan dan ketersediaan. Permintaan yang banyak akan membuat harga menjadi meningkat. Sebaliknya, ketika banyak melakukan aksi jual, harga kripto otomatis akan turun dengan cepat.
     
    Karenanya, nilai atau harga dari kripto lebih banyak dipengaruhi faktor ketersediaan dan permintaan. Kripto jelas tidak memiliki nilai intrinsik atau nilai yang ada di dalam sesuatu yang bisa berdiri sendiri. Tidak ada sektor riil atau aset riil yang berputar sebagai underlying bisnisnya.

    "Kalau menganalisis saham, ada analisis fundamentalnya (kondisi bisnis di sektor real perusahaan tersebut). Sedangkan menganalisis cryptocurrency kebanyakan pakai analisis teknis saja," pungkas Dian.


    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id