Kunci Transformasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Husen Miftahudin - 05 Oktober 2020 22:37 WIB
    Kunci Transformasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyampaikan tiga aspek kunci transformasi untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Ketiga aspek tersebut meliputi hukum, kelembagaan, dan kebijakan.

    "Bank Indonesia memandang penting pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) tersebut sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional, khususnya pada periode pemulihan ekonomi di era new normal," ujar Dody dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa di Surabaya secara virtual, Senin, 5 Oktober 2020.

    Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi empat tantangan. Pertama, permodalan, terutama bagi lembaga keuangan syariah untuk perluasan jangkauan, maupun akses pendanaan bagi pelaku usaha yang relatif lebih mahal.

    Kedua, inovasi produk barang dan jasa berbasis syariah yang perlu dikembangkan untuk lebih variatif dan market friendly. Ketiga, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar), baik pada level industri maupun yayasan pengelola dana Islam.

    "Keempat, infrastruktur yang perlu diperkuat, terutama dalam hal perluasan layanan keuangan syariah dan pemanfaatan teknologi maupun informasi," urai dia.

    Tantangan tersebut dapat diatasi melalui transformasi yang meliputi tiga aspek utama. Pertama, aspek hukum yang jelas mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Bank sentral menyambut baik kajian RUU Ekonomi Syariah sebagai dasar hukum yang diharapkan dapat menstimulus pengembangan ekosistem rantai nilai halal (Halal Value Chain) dan menciptakan iklim berusaha yang sehat dan berkelanjutan baik dari sisi Industri, UMKM, maupun penggunaan dana sosial Islam.

    Kedua, aspek kelembagaan yang terus diperkuat. Perubahan dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan peluang mewujudkan koordinasi pengembangan EKSyar yang lebih baik dan terintegrasi.

    Ketiga, kebijakan EKSyar harus dikembangkan dengan seimbang dalam dua arah, yakni konsolidasi dan ekspansi. Kebijakan konsolidasi ditujukan dalam memastikan kesehatan lembaga keuangan syariah, efisiensi tugas, dan stabilitas pasar keuangan syariah.

    "Sementara kebijakan ekspansi berfokus pada aksesibilitas pembiayaan dan pengembangan usaha syariah pada sektor-sektor potensial untuk mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dengan didukung dengan digitalisasi," papar Dody.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan bahwa untuk mendukung pencapaian Indonesia menjadi pusat referensi ekonomi dan keuangan syariah dunia, setidaknya dibutuhkan empat hal, yaitu pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan keuangan syariah, pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

    Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan sinergi dan kolaborasi pentahelix yang terdiri dari pelaku dunia usaha, akademisi, masyarakat, pemerintah serta media. Ke depan, Jawa Timur akan terus melakukan inovasi-inovasi produk halal.

    "Termasuk melaksanakan program unggulan one pesantren one produk untuk mendorong pembentukan wirausaha baru dari kalangan santri serta merealisasikan pembangunan Indonesia Islamic Science Park sebagai pusat edukasi ekonomi dan keuangan syariah," tutup Khofifah.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id