OJK Siapkan 6 Inisiatif Strategis Kebijakan 2021

    Husen Miftahudin - 07 November 2020 13:12 WIB
    OJK Siapkan 6 Inisiatif Strategis Kebijakan 2021
    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok Kemenkeu
    Labuan Bajo: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan enam inisiatif strategis kebijakan di 2021 untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan. Termasuk di dalamnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso membeberkan keenam inisiatif strategis kebijakan di 2021. Pertama, arah pengembangan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Kedua, penajaman pengawasan sektor jasa keuangan terintegrasi berbasis teknologi dan informasi.

    Ketiga, percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem digital dan literasi digital untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Keempat, perluasan akses keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemulihan ekonomi nasional.

    "Kelima, penguatan ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan. Terakhir, pengembangan sustainable finance," ucap Wimboh saat membuka Rapat Kerja Strategis OJK 2021 yang dilakukan secara virtual di tengah kunjungannya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 7 November 2020.

    Menurut Wimboh, keenam inisiatif strategis 2021 ini akan  menjadi acuan OJK dalam menjalankan berbagai kebijakan OJK 2021, yang antara lain fokus pada upaya mendorong sektor jasa keuangan menjadi katalis percepatan pemulihan ekonomi nasional.

    "Saya minta semua kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK betul-betul mampu menjadi 'obat yang mujarab' bagi terciptanya sektor jasa keuangan yang stabil serta mampu mewujudkan quantum leap dalam proses pemulihan ekonomi," harapnya.

    Selain itu, OJK juga akan mengarahkan kebijakannya untuk memperkuat industri jasa keuangan dengan melakukan desain ulang industri jasa keuangan serta penerapan konsolidasi yang tegas agar pelaku industri keuangan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing tinggi, baik di industri perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) seperti lembaga pembiayaan dan asuransi) maupun pasar  modal seperti manajer investasi dan perusahaan efek.

    Digitalisasi di sektor jasa keuangan yang terintegrasi dengan sektor riil juga akan dipercepat untuk saling menguatkan dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Begitu pula kebijakan untuk meminimalkan terjadinya regulatory arbitrage antarsektor di industri jasa keuangan.

    "OJK juga akan terus meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung tercapainya SDGs (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) melalui Sustainable Finance lewat produk dan layanan keuangan yang ramah lingkungan dan sosial," tegas Wimboh.

    Upaya memperluas akses keuangan dan peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM akan ditingkatkan secara masif. Berbagai inisiatif OJK dalam meningkatkan akses dan literasi keuangan akan terus didorong, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster, Bank Wakaf Mikro (BWM), Laku Pandai, Jaring, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, Bumdes Center, Perluasan dan Optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta inisiatif digitalisasinya, di antaranya Digitalisasi BWM, Digitalisasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), maupun UMKMMU dan KURBali.

    "Berbagai kebijakan OJK ke depan ini akan dituangkan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan 2020-2024 yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini," pungkas Wimboh.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id