Begini Tren Investasi Pasar Modal di Masa Pandemi

    Nia Deviyana - 31 Oktober 2020 15:13 WIB
    Begini Tren Investasi Pasar Modal di Masa Pandemi
    Sandiaga Salahuddin Uno - - Foto: Medcom/ Whisnu Mardiansyah
    Jakarta: Pandemi covid-19 secara langsung telah menekan laju pertumbuhan ekonomi di 2020. Meski demikian, sektor ekonomi harus tetap berputar, termasuk investasi dalam pasar modal.

    Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan tren investasi di pasar modal belum berubah walau pandemi covid-19 melanda.

    "Sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Menurutnya sektor teknologi, makanan, dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi. Hanya saja saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

    "Langkah (digitalisasi) industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien," jelasnya.

    Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah. Sebab, tren konsumsi makanan halal dan wisata halal semakin meningkat di berbagai negara.

    Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

    Semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, maka portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam. Dengan begitu masyarakat dapat lebih leluasa menetapkan pilihannya untuk berinvestasi dalam pasar modal.

    "Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa. Karena kalau dilihat, kondisi pasar (saham) kita saat ini tidak merefleksikan ekonomi (bangsa)," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id