5 Tips Perencanaan Keuangan Bagi yang Terpaksa Nambah Utang

    Angga Bratadharma - 08 Oktober 2020 09:54 WIB
    5 Tips Perencanaan Keuangan Bagi yang Terpaksa <i>Nambah</i> Utang
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Beberapa orang tentu memiliki alasan tersendiri mengapa mereka harus berutang. Namun tidak dipungkiri juga bahwa keberadaan utang bisa menggerus nilai kekayaan bersih, dan membuat seseorang sulit menabung.

    Selama nilai dari total utang seseorang masih di bawah 50 persen dari total nilai aset maka jumlah utang tergolong sehat. Meski demikian, belum tentu besaran cicilan utang yang dimiliki setiap bulannya adalah sehat.

    Mengutip riset Lifepal, Kamis, 8 Oktober 2020, berikut tips merencanakan keuangan bagi mereka yang harus menambah utang demi mencukupi kebutuhan sehari-hari atau membeli aset. Pertama, cicilan utang per bulan maksimal 35 persen dari penghasilan. Nilai Debt Service Ratio (DSR) atau rasio pelunasan utang maksimal adalah 35 persen dari penghasilan.

    Namun apa jadinya jika pihak bank atau pemberi kredit menyetujui permohonan cicilan senilai 50 persen dari penghasilan kita? Tetap saja, jumlah tersebut tidak ideal. Cicilan utang yang terlalu banyak jelas bisa mengakibatkan menurunnya kualitas hidup. Jelas saja, kemampuan seseorang dalam mencukupi kebutuhan hidup per bulan akan terganggu.

    Kedua, jika harus berutang lagi maka cari tahu dulu estimasi cicilannya. Apabila seorang yang saat ini memiliki cicilan rumah, lantas dirinya harus membeli mobil secara kredit untuk keperluan penggunaan pribadi, apakah hal ini bisa dibenarkan?

    Bisa saja dibenarkan, asalkan nilai total utang tertunggaknya tidak melebihi 50 persen dari nilai aset dan DSR-nya tidak lebih dari 35 persen. Oleh karena itu, sebelum mengajukan cicilan kredit hitung terlebih dulu perkiraan cicilan yang bakal dibayarkan.

    Ketiga, ambil cicilan panjang atau DP besar? Tenor cicilan utang atau besaran uang muka (DP) tentu bisa memengaruhi besarnya angsuran atau cicilan utang. Semakin panjangnya tenor pinjaman maka cicilan akan terlihat lebih ringan. Namun hati-hati, tenor yang panjang umumnya juga disertai tingginya tingkat suku bunga kredit.

    Sementara itu, besarnya DP tentu akan memengaruhi nilai pokok utang yang juga berdampak pada besarnya cicilan per bulan. Membayar uang muka dalam jumlah besar akan mengurangi pokok utang hingga berdampak ringannya angsuran per bulan. Namun apakah saat ini Anda sedia uang tunai dalam jumlah besar?

    Dua cara ini bisa Anda manfaatkan untuk mengatur besarnya estimasi cicilan. Namun pahamilah dengan seksama seputar besarnya beban bunga yang harus ditanggung nantinya.

    Keempat, jangan buat pusing keluarga dengan mewariskan utang. Bukan hanya harta yang akan seseorang wariskan ke keluarga, utang pun akan diwariskan. Pastikan bahwa ketika seseorang mengajukan permohonan utang ke lembaga keuangan maka sudah terlindungi dengan asuransi jiwa.

    Asuransi jiwa tentu akan sangat berfungsi untuk membantu seseorang menghadapi risiko hilangnya penghasilan saat wafat di usia produktif. Uang pertanggungan yang dicairkan dari asuransi jiwa bersifat bebas pajak, dan bisa dimanfaatkan untuk menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kepergian tulang punggung keluarga.

    Umumnya, setiap orang yang mengajukan KTA, KPR, maupun pinjaman dana lain akan diberikan fasilitas berupa asuransi jiwa. Selain menggantikan sumber penghasilan, tentu saja uang pertanggungan itu bisa dimanfaatkan untuk melunasi utang.

    Kelima, apabila dana darurat tidak cukup, jangan berutang. Besar kemungkinan rasio utang terhadap aset dan DSR seseorang masih sehat, tapi jika jumlah aset lancar terlalu sedikit maka hal itu juga cukup berbahaya. Besaran nilai basic liquidity ratio atau yang kerap disebut dana darurat adalah tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.

    Semuanya tergantung dari status pernikahan dan risiko pekerjaan. Apabila masih lajang dan tak memiliki tanggungan, tiga kali pengeluaran bulanan cukup. Namun jika sudah berkeluarga tentu saja dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran tak akan cukup. Karena itu, pastikan kebutuhan dana darurat tersedia jauh-jauh hari sebelum mengajukan permohonan kredit.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id