Wakaf Tunai di Perbankan Tembus Rp328 Miliar

    Husen Miftahudin - 25 Januari 2021 15:09 WIB
    Wakaf Tunai di Perbankan Tembus Rp328 Miliar
    Ilustrasi. Foto: MI/Atet



    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan total wakaf tunai yang sudah sudah terkumpul dan dititipkan di industri perbankan per 20 Desember 2020 mencapai Rp328 miliar. Sementara total project based waqf mencapai Rp597 miliar.

    "Pemerintah sangat berkomitmen dalam mendorong sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia secara terintegrasi sehingga mampu lebih cepat dan memperluas pengembangan dalam rangka mendukung ketahanan ekonomi nasional," ujar Sri Mulyani dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah di Istana Negara yang disiarkan secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.




    Sejalan dengan berkembangnya sektor ekonomi dan keuangan syariah, jelas dia, sektor dana sosial syariah (filantropi Islam) yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf juga menjadi bagian yang berpotensi strategis untuk dikembangkan.

    Sektor dana sosial syariah tersebut memiliki potensi besar dan turut mendukung upaya dalam mengatasi masalah-masalah pembangunan serta kemiskinan. Termasuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    "Di Indonesia, wakaf telah berkembang dengan sangat baik, namun umumnya masih berupa wakaf properti berupa tanah dan bangunan untuk berbagai kepentingan umat seperti masjid, madrasah, pesantren, dan tempat pemakaman," tutur dia.

    Terkait hal tersebut, dalam beberapa tahun terakhir para pemangku kepentingan wakaf berusaha untuk mengembangkan wakaf uang yang dikelola secara produktif, amanah, akuntabel, dan profesional. Dengan begitu, wakaf dapat dimanfaatkan dalam memperkuat jaring pengaman sosial Islami (islamic social safety net) di masyarakat.

    Sebagai contoh pada tahun lalu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan para nazir wakaf uang telah memobilisasi wakaf uang dan menginvestasikan kepada kas wakaf link sukuk atau cash waqf linked sukuk (CWLS).

    "Ini sebuah instrumen baru yang diterbitkan oleh pemerintah atau Kemenkeu di mana imbal hasil dari CWLS digunakan untuk membiayai berbagai program sosial. Saat ini sudah terkumpul lebih dari Rp54 miliar dalam bentuk kas wakaf link sukuk," pungkas Sri Mulyani.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id