comscore

Lagi Ngetren, Investasi Reksa Dana Terus Melaju

Ade Hapsari Lestarini - 09 Februari 2022 16:51 WIB
Lagi <i>Ngetren</i>, Investasi Reksa Dana Terus Melaju
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Situasi pandemi saat ini telah mengakselerasi transformasi digital yang sedang berlangsung di dunia. Hal ini telah membuat investasi pada sektor teknologi meningkat pesat seiring utilisasi teknologi digital di kehidupan manusia sehari-hari.

Tren investasi masyarakat pada pasar saham global pun, khususnya di sektor teknologi, sedang tumbuh dan berkembang secara signifikan. Apalagi dalam berinvestasi reksa dana. Head Wealth Management PermataBank Alain Tandi mengatakan reksa dana menjadi alternatif investasi yang mudah dipahami masyarakat Indonesia.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2018 mencatat investor reksa dana ada 995 ribu investor menjadi 1,7 juta di 2019. Selanjutnya pada 2020 investor naik 80 persen, dan 2021 juga naik lebih tinggi ke 115 persen menjadi 6,84 juta.

"Instrumen reksa dana di mana saja? Reksa dana ada keunikannya tersendiri, lebih mudah dipahami, sehingga peminatnya naik signifikan, kepemilikan pun meningkat selama pandemi yakni 26,2 persen," ujar Alain, Rabu, 9 Februari 2022.

Oleh karena itu, PermataBank melalui PermataBank Wealth Management berkolaborasi dengan Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) menghadirkan produk reksa dana syariah dalam mata uang USD Batavia Technology Sharia Equity USD (BTSEU).

Investasi ini dinilai dapat menjadi solusi bagi investor dalam memperkuat portofolio investasi dengan eksposur pada perusahaan-perusahaan di bidang pengembangan, pemutakhiran, pemanfaatan teknologi, serta peralatan dan jasa komunikasi. BTSEU berfokus pada peluang pertumbuhan di tema transformasi digital, kecerdasan buatan, cloud computing, new-commerce, fintech, media baru, periklanan digital, IoT, keamanan TI, dan robotika.

BPAM berpandangan tema-tema seperti kecerdasan buatan, elektrifikasi dan teknologi otonom, serta fintech dan blockchain adalah tiga tema utama yang menarik untuk diusung secara lebih dominan didalam portofolio BTSEU. Pasar kecerdasan buatan didukung oleh komputasi awan diperkirakan akan mencapai nilai lebih dari USD100 miliar dalam waktu dekat. Transisi ke kendaraan berbasis listrik diperkirakan akan membutuhkan 1,4 miliar armada baru. Penetrasi pembayaran digital sudah melebihi 40 persen secara global dan akan terus bertransformasi seiring kehadiran teknologi baru seperti blockchain.

"Berkembangnya teknologi yang semakin maju saat ini, akses digital yang semakin meningkat, membuat hampir semua aktivitas publik menjadi digital. Investasi juga dipengaruhi oleh era digitalisasi, dengan investor mencari akses yang lebih mudah untuk berinvestasi, terutama pada sektor teknologi. PermataBank terus beradaptasi dengan memberikan kemudahan akses pada produk investasi yang memberikan nilai tambah bagi investor melalui PermataMobile X, mobile banking kami," tambah Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram.

President Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi menambahkan, kehadiran teknologi sebagai salah satu megatren dunia telah menarik perhatian investor di seluruh dunia untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan berbasis teknologi, tidak terkecuali di Indonesia.

Dengan menggandeng Franklin Templeton (salah satu perusahaan Manajer Investasi terkemuka dunia) sebagai penasihat teknis, kami percaya kehadiran Batavia Technology Syariah Equity USD dapat menjadi kendaraan yang tepat bagi nasabah PermataBank untuk turut menikmati pertumbuhan di sektor teknologi.

"Kinerja sektor teknologi sendiri telah terbukti konsisten dan menarik dalam jangka panjang. Selain itu, dengan mengkombinasikan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dengan perusahaan-perusahaan yang masih berkembang ke dalam portofolio BTSEU, nasabah akan berkesempatan untuk berinvestasi pada calon-calon raksasa teknologi kedepannya," jelas Lilis.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id