comscore

BI Dorong Ekonomi Syariah Ikut Berkontribusi pada Pemulihan Ekonomi

Husen Miftahudin - 26 Januari 2022 14:10 WIB
BI Dorong Ekonomi Syariah Ikut Berkontribusi pada Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi industri keuangan syariah. Foto: MI/Atet
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan ekonomi keuangan syariah agar dapat ikut berkontribusi aktif dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut tertuang dalam Laporan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia (LEKSI) 2021.

"Kami mendukung penuh bersama pemerintah dan berbagai pihak dalam membangun ekonomi yang tentu saja inklusif dan sesuai dengan (karakteristik) masyarakat Indonesia, termasuk ekonomi dan keuangan syariah," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Laporan Transparansi dan Akuntabilitas BI 2021, Rabu, 26 Januari 2022.
Dukungan tersebut dilakukan Bank Indonesia dengan melibatkan kantor pusat, seluruh kantor perwakilan daerah, hingga kantor perwakilan yang ada di luar negeri. Termasuk melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai daya pacu bagi perekonomian dalam negeri.

"Kami melakukan digitalisasi untuk mendukung itu semua. Lebih dari itu adalah juga dukungan untuk ekonomi dan keuangan syariah Indonesia," tegas dia.

Di sisi lain, dalam Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2021, bank sentral juga terus mengupayakan transformasi digital secara besar-besaran sejak 2018 melalui terkait transformasi kebijakan, penguatan bauran kebijakan, transformasi organisasi dengan reengineering basis proses, hingga reorganisasi, sehingga menjadi lebih efektif dan lebih cepat.

"Lebih dari itu, kami juga melakukan transformasi di bidang sumber daya manusia, knowledge, learning, budaya kerja, dan lebih jauh adalah transformasi digital," paparnya.

Menurut Perry, langkah dan upaya tersebut bertujuan untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai bank sentral digital terdepan yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Selain itu juga bertujuan untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai bank sentral terbaik di antara negara-negara berkembang lainnya.

"Bank Indonesia terus melakukan transformasi di berbagai bidang, kebijakan, organisasi, sumber daya manusia, dan tentu saja digitalisasi untuk mempersiapkan era baru yakni era digital," tegas Perry.

Sementara dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI), bank sentral menyampaikan optimismenya terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh di kisaran 4,7 persen sampai 5,4 persen di 2022. Kemudian inflasi yang terjaga di kisaran tiga persen plus minus satu persen dan stabilitas nilai tukar yang terjaga.

"Bank Indonesia terus berkomitmen bersama pemerintah, KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), dan berbagai pihak memperkuat sinergi untuk pemulihan ekonomi. Insyaallah 2022 akan lebih tinggi (capaian pertumbuhan ekonomi). Mari kita optimis, mari kita bersinergi," tutup Perry.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id