comscore

Kurs Rupiah Pagi Melemah ke Rp14.648/USD

Angga Bratadharma - 23 Mei 2022 09:36 WIB
Kurs Rupiah Pagi Melemah ke Rp14.648/USD
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin pagi atau di awal pekan terpantau melemah tipis ketimbang penutupan perdagangan di akhir pekan lalu di Rp14.642 per USD. Mata uang Garuda masih belum berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam di tengah sikap The Fed yang agresif menaikkan suku bunga.

Mengutip Bloomberg, Senin, 23 Mei 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.648 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.644 hingga Rp14.648 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.597 per USD.
Sebelumnya, dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat lalu (Sabtu pagi WIB). Kondisi itu karena pelaku pasar mencari perlindungan di aset-aset safe haven di tengah kekhawatiran dampak dari lonjakan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam empat dekade.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,41 persen menjadi 103,1490, menyusul penurunan 1,05 persen di sesi sebelumnya. Dolar menguat terhadap euro karena kegelisahan investor tentang potensi kejatuhan ekonomi dari upaya Fed untuk menekan inflasi yang menggelembung ke permukaan.

Tidak cukup menghapus penurunan tajam

Namun keuntungan sesi untuk dolar tidak cukup untuk menghapus penurunan tajam dari awal pekan ini yang telah menarik greenback menjauh dari level tertinggi lima tahun terhadap mata uang bersama, di tengah kekhawatiran reli selama berbulan-bulan mungkin telah berlebihan.

Mata uang AS telah didukung dalam beberapa bulan terakhir oleh pelarian ke tempat yang aman oleh investor, di tengah kerugian di seluruh pasar karena kekhawatiran dampak inflasi yang melonjak, Federal Reserve yang hawkish dan konflik Rusia-Ukraina.

Namun, reli itu tergagap minggu ini karena peningkatan volatilitas di pasar keuangan global, ditambah dengan tingkat tinggi dolar dalam beberapa bulan terakhir, membuat investor meraih keamanan di mata uang safe-haven yen dan franc Swiss.

"Setelah reli baru-baru ini, dolar akan berhenti," pungkas Jonas Goltermann dari Capital Economics.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id