comscore

BBJ Pede Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi 2021 Masih Bisa Melebihi Target

Husen Miftahudin - 22 Desember 2021 21:48 WIB
BBJ <i>Pede</i> Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi 2021 Masih Bisa Melebihi Target
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Jakarta: Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang optimistis transaksi perdagangan berjangka komoditi yang dibukukan hingga akhir tahun ini melebihi target yang ditetapkan sebesar 11,1 juta lot.

Adapun pada periode Januari sampai 21 Desember 2021, transaksi perdagangan berjangka komoditi baru mencapai sembilan juta lot. Angka ini juga di bawah realisasi transaksi perdagangan berjangka komoditi di tahun lalu yang hingga 31 Desember 2021 menembus sebesar 9,43 juta lot.
"Kami sangat optimistis sampai dengan 31 Desember 2021 yang akan datang masih ada tersisa kurang lebih delapan hari perdagangan lagi, kami optimistis akan mencapai lebih dari pencapaian 2020 yang lalu meskipun tidak signifikan," ujar Paulus dalam konferensi pers, Selasa, 22 Desember 2021.

Bahkan, Paulus menuturkan total transaksi perdagangan berjangka komoditi yang akan dibukukan hingga akhir 2021 ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Ia memperkirakan transaksi di sepanjang tahun ini lebih tinggi sekitar satu persen hingga dua persen dari realisasi tahun sebelumnya.

"Kami mempunyai sebuah optimisme yang masih tinggi, dan kami masih percaya diri bahwa industri ini masih akan terus berkembang meskipun di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa pada tahun ini sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga secara signifikan. Sejumlah harga komoditi mengalami peningkatan paling tinggi dalam sejarah seperti batu bara, Crude Palm Oil (CPO), dan timah.

Disampaikan lebih lanjut bahwa harga timah mengalami kenaikan paling tinggi pada periode November 2021. Pada saat itu, harga timah di BBJ mencapai tingkat tertinggi dengan nilai sebesar USD40.200 per metrik ton (MT).

"Angka ini pernah mengalahkan harga tertinggi sebelumnya yang terjadi di bulan Oktober sebesar USD39.800 per metrik ton pada waktu itu," urai Paulus.

Ia pun tak memungkiri jika kepercayaan dirinya terjadi karena adanya kenaikan harga pasar fisik timah secara signifikan. Meskipun beberapa komoditi juga turut mendongkrak kinerja transaksi perdagangan berjangka komoditi di 2021 ini.

"Beberapa komoditi kontrak berjangka yang mengalami peningkatan, seperti yang terjadi dan yang mendominasi adalah pada kontrak gold (emas) dan juga olein (minyak goreng) serta kopi," tutup Paulus.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id