Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Tergelincir

    Husen Miftahudin - 27 Juli 2021 16:39 WIB
    Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Tergelincir
    Ilustrasi. Foto: dok.MI



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini tertekan jelang keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Investor saat ini tengah menyoroti pertemuan dua hari The Fed yang berakhir pada Rabu besok waktu setempat.

    "Diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan pada pertemuan tersebut, tetapi para pedagang akan mencari diskusi tentang waktu penghapusan pembelian obligasi bank sentral serta pemikiran anggota atas tingkat inflasi yang meningkat saat ini," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam siaran persnya, Selasa, 27 Juli 2021.

     



    Ibrahim menjelaskan, bank sentral The Fed kemungkinan akan menegaskan bahwa pemulihan AS yang kuat dan rencana untuk perubahan kebijakan akhirnya sedang berlangsung. Di sisi lain, risiko dari varian Delta terus meningkat secara global.

    "Beberapa orang Amerika Serikat mungkin memerlukan suntikan (vaksin covid-19) tambahan di tengah mandat masker baru dan lonjakan kasus baru," paparnya.

    Sementara itu, Tiongkok melaporkan jumlah kasus tertinggi sejak akhir Januari. Di Jepang, penambahan kasus infeksi covid-19 baru juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan di tengah gelaran Olimpiade 2020.

    "Negara bagian New South Wales yang terpadat di Australia, rumah bagi Sydney, melaporkan peningkatan kasus covid-19 baru pada Senin, meskipun ada perintah tinggal di rumah selama berminggu-minggu," ungkap Ibrahim.

    Di domestik, langkah pemerintah yang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat dinilai sudah mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingat penyebaran pandemi covid-19 varian delta terus meningkat.

    Menurutnya, perpanjangan PPKM level empat bukan saja diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, namun pemerintah juga perlu memberlakukan minimal 12 bulan atau tiga bulan sampai masyarakat sudah divaksinasi semua. Karena dengan begitu, masyarakat bisa berdampingan dengan covid-19.

    "Dalam kondisi saat ini, pemulihan kesehatan masyarakat itu harus menjadi prioritas utama. Panglima perang pandemi covid-19 ini sebenarnya adalah sektor kesehatan, bukan ekonomi. Pemerintah sudah menyadari hal tersebut, dan Presiden Joko Widodo langsung turun tangan sebagai panglima perang pandemi covid-19 varian delta," tutur Ibrahim.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.492 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 10 poin atau setara 0,07 persen dari posisi Rp14.482 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah stagnan di posisi Rp14.490 per USD. Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.489 per USD atau menguat tipis lima poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.494 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.480 per USD hingga Rp14.520 per USD," tutup Ibrahim.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id