Pemerintah Harus Waspadai Kemungkinan Risiko Taper Tantrum AS

    Husen Miftahudin - 03 Juni 2021 17:50 WIB
    Pemerintah Harus Waspadai Kemungkinan Risiko <i>Taper Tantrum</i> AS
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi meminta pemerintah mewaspadai kemungkinan The Fed yang bakal mengurangi pembelian obligasi (taper tantrum) dan menaikkan suku bunga di 2022.

    Hal ini mengingat data ekonomi AS yang kinclong dan berdampak terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan bank sentral AS yang mulai membuka wacana soal pengetatan.

     



    "Tanda-tanda tersebut sudah terlihat dari inflasi yang tinggi setelah Pemerintah AS melakukan stimulus jumbo yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maka, ini merupakan ancaman yang sangat nyata. Indonesia tidak boleh lengah, harus selalu waspada," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis, 3 Juni 2021.

    Guna menghindari ancaman tapering tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mempersiapkan strategi kebijakan atau bauran ekonomi yang bisa menangkal apabila benar-benar terjadi tapering oleh The Fed. Untuk mengantisipasinya, pemerintah sudah mempersiapkan beberapa instrumen yang sedang disiapkan.

    Dia menjelaskan taper tantrum merupakan kebijakan mengurangi nilai program pembelian aset atau quantitative easing (QE) The Fed. Ketika hal tersebut dilakukan, maka aliran modal akan keluar dari negara emerging market dan kembali ke Negeri Paman Sam. Sehingga hal tersebut dapat memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum.


    Ia pun mengingatkan bahwa taper tantrum pernah terjadi di 2013, dengan ekspektasi normalisasi kebijakan moneter AS mendorong pembalikan arus modal dari negara-negara berkembang, sehingga nilai tukar rupiah merosot tajam.

    "Hal ini menjadi pelajaran berharga dan perhatian pemerintah dan Bank Indonesia. Apabila benar-benar terjadi, maka pemerintah dan Bank Indonesia harus sudah siap untuk menangkalnya," tegas Ibrahim.

    Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan strategi dalam menghadapi risiko ketidakpastian pasar keuangan global yang diperkirakan masih akan berlangsung. Salah satunya dengan mematok asumsi suku bunga (yield) Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun 2022 di kisaran 6,32 persen sampai 7,27 persen.

    "Tingkat suku bunga atau yield ditentukan oleh mekanisme pasar. Asumsi tingkat suku bunga SUN 10 tahun pada 2022 mencerminkan kebutuhan pembiayaan APBN serta risiko ketidakpastian pasar keuangan global yang diperkirakan masih akan berlangsung," ucap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR mengenai Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas (KEM-PPKF) RAPBN 2022, dikutip Selasa, 1 Juni 2021.

    Dia menekankan bahwa salah satu risiko yang harus diwaspadai terhadap tingkat imbal hasil SUN adalah perubahan kebijakan moneter negara maju, khususnya Amerika Serikat, yang didorong oleh pemulihan ekonomi yang cepat serta stimulus fiskal yang besar.

    "Kita pernah belajar dari fenomena terdahulu seperti taper tantrum di 2013, dengan ekspektasi normalisasi kebijakan moneter AS dapat mendorong pembalikan arus modal dari negara berkembang," paparnya.

    Oleh karena itu, pemerintah akan terus bersinergi dengan otoritas moneter dan jasa keuangan dalam melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah kebijakan secara antisipatif dan terkoordinasi. Salah satu langkah sinergi dengan otoritas lain seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah terkait dengan pendalaman dan pengembangan pasar keuangan.

    Sri Mulyani sepakat bahwa pasar keuangan domestik yang dalam, aktif, dan likuid sangat diperlukan dalam meningkatkan stabilitas pasar. Karena dengan begitu, maka pada gilirannya akan menurunkan yield SUN.

    "Pasar keuangan yang  dalam, aktif, dan likuid, akan menjadi sumber pembiayaan yang stabil, efisien, dan berkesinambungan. Hal ini akan meminimalkan dampak risiko volatilitas aliran modal investor asing terhadap yield SUN," tutur Sri Mulyani.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id