IHSG Perdagangan Pagi Terperosok ke Zona Merah

    Angga Bratadharma - 28 Oktober 2021 09:33 WIB
    IHSG Perdagangan Pagi Terperosok ke Zona Merah
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI



    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi terpantau terperosok di zona merah seiring minimnya katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).

    IHSG Kamis, 28 Oktober 2021, perdagangan pagi dibuka di level 6.578 dengan level tertinggi di 6.588 dan level terendah di 6.562. Sebanyak 151 saham terpantau menguat, sebanyak 225 saham tertekan, dan sebanyak 169 saham tidak diperdagangkan. Adapun volume perdagangan tercatat 1,9 miliar lembar saham senilai Rp1,02 triliun.

     



    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Hal ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi AS yang membebani sektor siklikal hingga menyeret S&P 500 lebih rendah.

    Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 266,19 poin atau 0,74 persen menjadi 35.490,69. Indeks S&P 500 kehilangan 23,11 poin atau 0,51 persen menjadi 4.551,68. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 0,12 poin atau 0,0008 persen, menjadi 15.235,84.
     
    Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing merosot 2,86 persen dan 1,69 persen. Sektor jasa-jasa komunikasi dan consumer discretionary masing-masing menguat 0,95 persen dan 0,24 persen.
     
    Saham Microsoft Corp melonjak 4,21 persen ke rekor tertinggi, didorong oleh bisnis cloud yang sedang booming. Saham Alphabet Inc melonjak 4,96 persen setelah melaporkan lonjakan penjualan iklan.

    Keuntungan di dua saham tersebut menyumbang hampir 90 poin terhadap kenaikan Nasdaq, sementara Microsoft menyumbang terbesar bagi Dow Industrials, S&P 500, dan Nasdaq. Mundurnya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendorong saham-saham jasa komunikasi tumbuh.
     
    "Saham-saham pertumbuhan akan mendapat dorongan tidak hanya dari beberapa laporan laba tetapi juga karena suku bunga lebih rendah," ucap Direktur Strategi Portofolio di Verdence Capital Advisors Megan Horneman.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id