LPS: Penurunan Suku Bunga Simpanan Bantu Tekan Tingkat Bunga Kredit

    Husen Miftahudin - 16 Juni 2021 08:44 WIB
    LPS: Penurunan Suku Bunga Simpanan Bantu Tekan Tingkat Bunga Kredit
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memangkas suku bunga simpanan selama tiga tahun terakhir ini. Penurunan suku bunga simpanan ini seiring dengan penurunan tingkat bunga penjaminan LPS dan BI-7 Days Reverse Repo Rate.

    "Dengan tren penurunan biaya dana perbankan ini diharapkan dapat membantu untuk terus menekan tingkat bunga kredit sehingga dapat lebih mendorong intermediasi perbankan," ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dalam siaran persnya yang dikutip dari laman resmi LPS, Rabu, 16 Juni 2021.

     



    Sejak awal tahun ini hingga Mei 2021, LPS telah memangkas tingkat bunga penjaminan sebesar 50 bps. Langkah ini diikuti dengan penurunan rata-rata tingkat bunga deposito satu bulan dan tiga bulan masing-masing sebesar 43 bps dan 44 bps.

    "Dapat saya tarik suatu benang merah, bahwa pemulihan perekonomian nasional terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan yang positif. Di sisi lain, stabilitas sistem keuangan tetap stabil dan terjaga dengan baik," paparnya.

    Dengan langkah tersebut, Purbaya berharap pandemi covid-19 dapat segera berlalu sehingga perekonomian dapat kembali pulih. "Dengan begitu, maka Indonesia dapat melanjutkan pembangunan demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," ungkap dia.

    Hingga April 2021, jumlah total simpanan bank umum pada April 2021 sebesar Rp669,79 triliun atau naik 10,79 persen (yoy). Kenaikan total simpanan bank umum ini didorong oleh kenaikan pada seluruh saldo simpanan.

    Secara rinci, tiering simpanan dengan saldo lebih dari Rp5 miliar mengalami kenaikan sebanyak Rp432,96 triliun. Simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar itu meroket sebesar 14,68 persen (yoy).

    Apabila dibagi berdasarkan tier saldo simpanan, total simpanan hingga Rp2 miliar juga mengalami kenaikan sebesar Rp212,58 triliun. Jumlah tersebut naik sebanyak 7,89 persen (yoy). "Sedangkan total simpanan dengan saldo lebih dari  Rp2 miliar juga mengalami kenaikan sebesar Rp457,21 triliun atau tumbuh sebanyak 13,02 persen (yoy)," papar Purbaya.

    Di sektor korporasi, sebutnya, juga terus mulai melakukan ekspansi dengan menggeser simpanannya dari deposito ke giro. Adapun sektor-sektor korporasi yang mulai menggeser simpanannya dari deposito ke giro adalah industri otomotif, perkayuan, jasa konstruksi, tekstil, properti, serta telekomunikasi.

    "Adanya pergeseran komposisi simpanan dalam bentuk giro ini menjadi salah satu indikator pemulihan ekonomi, yang artinya mereka siap untuk kembali melakukan ekspansi," tutup Purbaya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id