BI Kebut Aturan Pelaksana Pembelian SUN di Pasar Primer

    Husen Miftahudin - 08 April 2020 17:47 WIB
    BI Kebut Aturan Pelaksana Pembelian SUN di Pasar Primer
    Gubernur BI Perry Warjiyo mengebut aturan pelaksana pembelian SUN di pasar primer - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) tengah mengebut aturan pelaksana terkait pembelian surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN) di pasar primer (perdana). Hal itu sebagai langkah antisipasi bank sentral dalam membantu meredam dampak pendemi virus korona (covid-19).

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengharapkan pembelian SUN/SBSN di pasar primer tersebut dapat menyokong kebutuhan belanja pemerintah dalam menangani covid-19. Saat ini pihaknya tengah mendiskusikan bentuk aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

    "Peraturan pelaksananya sedang kami siapkan yang nanti akan berbentuk nota kesepahaman atau bentuk-bentuk yang kemudian kita lakukan kesepakatan bersama. Itu yang dalam waktu ini sedang kami siapkan," ujar Perry dalam rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

    Kesepakatan bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati itu dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik. Termasuk jumlah yang dibutuhkan untuk membeli SUN/SBSN yang diterbitkan pemerintah tersebut.

    Dia melanjutkan, dalam pembelian instrumen investasi tersebut bank sentral akan tetap memperhitungkan dampaknya terhadap inflasi. Karena, jumlah uang yang beredar di dalam negeri akan melebihi pertumbuhan ekonomi domestik.

    "Kami akan tetap harus memperhitungkan dampaknya terhadap inflasi. Tentu saja ini kami perkirakan dan secara terukur," jelas Perry.

    Oleh karena itu sesuai kesepakatan Perry dan Sri Mulyani, pemerintah akan memaksimalkan terlebih dahulu sumber-sumber yang ada. "Dari dana yang ada, berbagai lembaga multinasional, global bonds, sehingga kebutuhan dari penerbitan SUN/SBSN itu bisa mencukupi dari pasar," ungkapnya.

    Perry menegaskan kembali, pembelian SUN/SBSN oleh bank sentral merupakan langkah terakhir bila penerbitan surat utang pemerintah tersebut tak mampu diserap oleh pasar, baik pasar domestik maupun global.

    "Ini kan harus kita jaga bersama kalau misalnya kapasitas pasar tidak mencukupi dan menimbulkan suku bunga yang melonjak tinggi, dalam konteks inilah Bank Indonesia diperbolehkan di dalam Perrpu ini membeli (SUN/SBSN) dari pasar perdana," pungkas Perry.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id