Bawang Merah hingga Emas Perhiasan Sumbang Inflasi Maret

    Husen Miftahudin - 31 Maret 2020 19:37 WIB
    Bawang Merah hingga Emas Perhiasan Sumbang Inflasi Maret
    Harga bawang merah menjadi salah satu penyumbang inflasi. Foto: MI/Palce Amalo
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi perkembangan harga-harga selama Maret 2020 masih terkendali meski di tengah gejolak pandemi virus korona (covid-19) di dalam negeri. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada pekan keempat Maret 2020, inflasi diperkirakan sebesar 0,13 persen secara month to month (mtm).

    "Ini lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sementara kalau dihitung secara year on year-nya (yoy), IHK (Indeks Harga Konsumen) atau inflasinya adalah tiga persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.

    Adapun penyumbang inflasi pada periode bulan ini karena adanya kenaikan pada harga bawang merah dan emas perhiasan. Sedangkan penghambatnya akibat penurunan harga pada komoditas cabai merah, cabai rawit, dan kenaikan tarif angkutan udara.

    Dengan angka ini, Perry masih optimistis sasaran inflasi tercapai di kisaran tiga persen plus minus satu persen atau berada di rentang kisaran dua hingga empat persen. Apalagi pemerintah sudah berkomitmen untuk menjaga pasokan bahan pangan di tengah kondisi penyebaran pandemi covid-19.

    "Kami mendengar informasi dari beberapa daerah ada masalah pemenuhan kebutuhan pokok, dan instruksi Presiden jaga betul pasokan pangan dan pasokan bahan pokok ini sehingga harga-harga itu terjangkau, kebutuhan pokok itu terpenuhi," ungkap dia.

    Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat inflasi Februari 2020 sebesar 0,28 persen. Dengan angka ini, maka inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,66 persen. Sementara inflasi tahun ke tahun alias year on year (yoy) adalah sebesar 2,98 persen.

    Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi Februari 2020 pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah bawang putih yang memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Lalu cabai merah 0,06 persen, daging ayam ras dan jeruk yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

    Beberapa komoditas lainnya seperti rokok kretek filter, beras, minyak goreng, rokok putih, cabai rawit, bawang bombay, dan kentang memberikan sumbangan inflasi Februari 2020 masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan yang memberikan andil deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah kacang panjang yang minus 0,01 persen.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id