Strategi Tata Kelola Dorong BTN Jadi Aset Berkelas di ASEAN

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Juni 2020 15:52 WIB
    Strategi Tata Kelola Dorong BTN Jadi Aset Berkelas di ASEAN
    Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus meningkatkan dan memperbaiki tata kelola perusahaan melalui sejumlah inisiatif strategis antara lain dengan menerapkan rekomendasi Domestic Ranking Bodies (DRB).

    Perseroan terus melakukan pengembangan untuk menyempurnakan tata kelola perusahaan dan mengimplementasikan prinsip pedoman tata kelola perusahaan sesuai aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Strategi ini mendapatkan pengakuan dari Forum ASEAN Corporate Governance sebagai TOP 3 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). BTN masuk dalam 10 perusahaan tercatat dalam kategori ASEAN Asset Class (aset berkelas) 2019 yang dinilai memiliki tata kelola perusahaan baik dan layak dilirik investor global.

    "Prestasi ini menjadi bukti sekaligus motivasi bagi perseroan untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan, meningkatkan hubungan baik dengan para stakeholder maupun pemegang saham dan serta memacu kinerja BTN," kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2020.

    Baca: 10 Emiten Masuk Kategori Aset Berkelas di ASEAN

    Pahala mengatakan perseroan mengoptimalkan Integrated Governance Risk Compliance (iGRC) di setiap unit kerja yang mencakup komponen GCG, Risk Management, Compliance, Budaya Perusahaan, Etika Bisnis (Code of Conduct), dan Anti Fraud sehingga dapat beroperasi secara efektif dan efisien yang pada akhirnya meningkatkan kinerja berkualitas unggul.

    "Pencapaian BTN dalam ACGS merupakan wujud komitmen perseroan sebagai perusahaan terbuka yang patuh dengan regulasi dan menjalankan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Peran pemegang saham dan pemangku kepentingan membantu BTN melakukan inisiatif serta inovasi utuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang dapat mendukung visi dan misi kami," kata dia.

    Sementara itu Head of Consulting RSM Indonesia Angela Simatupang mengungkapkan BTN meraih peningkatan skor dari tahun sebelumnya sebesar 100,50 menjadi 110,29.

    Skor tersebut diperoleh dari lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard yaitu hak pemegang saham (right of shareholders), perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan (role of stakeholder), pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi.

    "BTN meraih skor tertinggi dalam dua aspek yaitu right of share holder dan sole of shareholder," ujarnya.

    ACGS merupakan ajang internasional yang dinantikan oleh perusahaan tercatat di regional ASEAN. ACGS merupakan inisiatif dari negara-negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Capital Market Forum (ACMF) untuk mendukung praktik tata kelola perusahaan dengan tujuan mempromosikan ASEAN sebagai aset berkelas dan meningkatkan kepercayaan investor global atas kualitas perusahaan di regional ASEAN.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id