Mandiri Syariah Raup Laba Bersih Rp957 Miliar

    Husen Miftahudin - 25 September 2020 21:21 WIB
    Mandiri Syariah Raup Laba Bersih Rp957 Miliar
    Bank Syariah Mandiri - - Foto: MI/ Panca Syurkani
    Jakarta: PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat laba bersih yang dihimpun perseroan hingga penghujung Agustus 2020 sebesar Rp957 miliar (unaudited), atau tumbuh 26,58 persen secara tahunan (year on year). Tak hanya itu, sejumlah indikator bisnis utama Mandiri Syariah seperti penyaluran pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), dan raihan laba juga mencatatkan angka positif.

    Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan peningkatan laba bersih dan pembiayaan perusahaan ditopang pertumbuhan DPK yang mencapai 13,17 persen secara yoy menjadi Rp99,12 triliun. Sementara itu, rasio non performing finance (NPF) perseroan berhasil ditekan 0,27 persen secara yoy menjadi 2,51 persen.

    Mandiri Syariah juga berhasil meningkatkan pembiayaan hingga 6,18 persen yoy menjadi Rp76,66 triliun di periode yang sama, dengan pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52 persen menjadi Rp48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan.

    "Hingga 31 Agustus 2020 juga restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan Mandiri Syariah sudah mencakup 29 ribu nasabah dengan outstanding Rp7,1 triliun. Kami juga melakukan efisiensi dan bisa dilihat dari meningkatnya rasio dana murah atau CASA Mandiri Syariah per Agustus mencapai 59 persen dari total pendanaan," ujar Toni dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 September 2020.

    Menurut Toni, secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang meski tekanan menimpa ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi covid-19. Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah sejak beberapa tahun terakhir.

    Sejak 2017 lalu, pertumbuhan total aset perbankan syariah selalu berada di atas rata-rata kenaikan nilai aset perbankan konvensional dan nasional. Posisi Juni 2020, nilai aset perbankan syariah tumbuh 9,88 persen secara yoy.

    Pada saat yang sama, pertumbuhan aset perbankan konvensional dan nasional berturut-turut adalah 5,37 persen dan 5,63 persen secara yoy.

    "Tren yang sama juga terjadi dari sisi pembiayaan dan pendanaan. Pertumbuhan dua indikator ini pada industri perbankan syariah selalu melampaui angka yang diraih perbankan konvensional," pungkas Toni. 


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id