comscore

Kaleidoskop Ekonomi 2020, Roller Coaster IHSG Diterpa Pandemi

Annisa ayu artanti - 14 Desember 2020 12:34 WIB
Kaleidoskop Ekonomi 2020, <i>Roller Coaster</i> IHSG Diterpa Pandemi
IHSG. Foto : MI.
Jakarta: 2020 menjadi tahun sulit bagi seluruh dunia. Sebab, pandemi covid-19 berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya berupa krisis kesehatan, dampak pandemi pun telah mendorong munculnya krisis ekonomi di berbagai belahan dunia.

Aktivitas ekonomi pun terganggu, termasuk sektor keuangan yang mengalami kontraksi akibat pembatasan aktivitas masyarakat.
Begitu pun pasar saham. Pada awal 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melaju di zona positif hingga mencapai level 6.325. Penyebaran virus korona yang masif sehingga World Health Organization (WHO) menetapkan keadaan dunia sebagai pandemi membuat sentimen negatif bagi pasar dan membuat IHSG anjlok.

Otoritas pun menerapkan berbagai kebijakan untuk menahan laju penurunan indeks. Beberapa di antaranya dengan melakukan penghentian saham sementara atau trading halt, mengubah batasan auto rejection atas perdagangan saham di bursa, dan mengizinkan emiten untuk melakukan pembelian saham kembali atau buyback tanpa RUPS.

Namun semakin memburuknya kondisi global dan nasional akibat virus korona membuat IHSG tambah terperosok. Ditambah, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus covid-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020 membuat kalangan investor global dan domestik menunjukkan respons yang kurang baik terhadap pasar keuangan.

Berdasarkan catatan Medcom.id, IHSG mencapai titik terendah pada Selasa, 24 Maret 2020 yaitu mencapai level 3.937. Posisi tersebut anjlok 37,49 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Pemburukan pasar saham itu pun diakui Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi. Ia mengatakan penurunan kinerja pasar saham terjadi mulai awal pengumuman kasus korona pertama di Indonesia sampai dengan perkembangan meluas dampak virus korona di berbagai negara.

"IHSG sempat menyentuh angka terendah pada Selasa, 24 Maret 2020 turun sebesar 37,49 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu," kata Inarno pada, Jumat, 24 April 2020.

Tetapi Inarno menegaskan penurunan kinerja saham tersebut tidak terjadi di bursa saham Indonesia saja melainkan seluruh indeks global terdampak kepanikan virus korona. Ia menyebut pada saat itu bursa saham Austria anjlok sangat dalam yakni 25,05 persen, disusul UEA dan Brasil masing-masing 32,73 persen dan 31,7 persen.

"2020 ini hampir seluruh indeks bursa global mengalami penurunan diikuti kapitalisasi pasar," ungkapnya.

Akibat kondisi tersebut, investor asing pun keluar dari pasar saham domestik. Mereka beralih berinvestasi ke instrumen yang lebih bersifat safe haven seperti dolar Amerika Serikat, emas, dan obligasi pemerintah.









Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id