Yes! Dana Asing Mengalir Rp2,34 Triliun dalam Sepekan

    Husen Miftahudin - 10 April 2021 13:00 WIB
    Yes! Dana Asing Mengalir Rp2,34 Triliun dalam Sepekan
    Ilustrasi aliran dana asing masuk RI - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali membanjiri pasar keuangan domestik selama sepekan. Berdasarkan data transaksi pada 5-8 April 2021, dana-dana dari investor asing (nonresiden) masuk ke pasar keuangan domestik (beli neto/inflow) sebanyak Rp2,34 triliun.

    Mengalirnya dana asing ke pasar keuangan domestik itu ditopang oleh pembelian portofolio investasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp4,15 triliun. Sementara itu, dana asing di pasar saham justru turut tercatat keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp1,81 triliun.

     



    "Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik (tercatat) beli neto (inflow) sebesar Rp9,68 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Sabtu, 10 April 2021.

    Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 84,07 basis poin (bps) per 8 April 2021 dari 82,73 bps per 2 April 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.

    Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Namun demikian, kondisi mengalir derasnya dana asing ke pasar keuangan Indonesia selama sepekan tak membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Mata uang Garuda tersebut justru bertekuk lutut.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah sebanyak 30 poin atau setara 0,21 persen ke posisi Rp14.565 per USD dari Rp14.535 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.577 per USD. Rupiah melemah tipis dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp14.575 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.580 per USD. Nilai tukar rupiah tersebut tidak mengalami perubahan dari perdagangan hari sebelumnya.

    Terkait hal tersebut, Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id