Kuartal III, Bank Mega Catat Laba Bersih Rp1,8 Triliun

    Eko Nordiansyah - 12 November 2020 08:58 WIB
    Kuartal III, Bank Mega Catat Laba Bersih Rp1,8 Triliun
    Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah
    Jakarta: PT Bank Mega Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun pada kuartal III-2020, di tengah kondisi menantang akibat pandemi covid-19. Pencapaian laba bersih itu tumbuh 27,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun.

    Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba Bank Mega dikontribusikan oleh meningkatnya Net Interest Income (NII) sebesar 8,3 persen dari periode sama tahun lalu Rp2,75 triliun menjadi Rp2,97 triliun.

    "Pertumbuhan ini jauh di atas pertumbuhan pendapatan bunga bersih perbankan per Agustus 2020 yang mengalami pertumbuhan negatif menjadi sebesar minus 2,57 persen (yoy)," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 12 November 2020.

    Faktor penyumbang laba lainnya adalah meningkatnya fee based income sebesar 3,1 persen menjadi Rp1,64 triliun. Hal ini semakin diperkuat menurunnya biaya operasional yang menyebabkan rasio BOPO menjadi 71 persen pada September 2020.

    "Jika dibandingkan dengan rasio BOPO secara industri, BOPO Bank Mega jauh lebih rendah dari BOPO perbankan per Agustus 2020 sebesar 85 persen. Semakin rendah ini menunjukkan semakin efisiennya Bank Mega dalam melakukan kegiatan operasionalnya," jelas dia.

    Sementara Return on Asset (ROA) adalah 2,9 persen meningkat dari periode sama tahun lalu yang sebesar 2,7 persen. Adapun, Return on Equity (ROE) meningkat jadi 15,7 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya pada level 14 persen.  

    Bank Mega juga mencatat penyaluran kredit sebesar Rp50,5 triliun atau tumbuh 4,7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp48,2 triliun. Padahal pertumbuhan kredit perbankan per September 2020 hanya tumbuh 0,12 persen (yoy).

    Kredit korporasi memberikan kontribusi terbesar, yaitu mencapai Rp25,9 triliun atau meningkat 33,1 persen dibandingkan September 2019. Komposisi kredit Bank Mega didominasi tiga segmen yaitu kredit korporasi 51 persen, joint finance 25 persen dan kartu kredit 13 persen.

    Dalam menjaga kualitas kredit, Bank Mega secara intensif mengkaji kemampuan bayar debitur dan melakukan analisa berkala. Tercatat, rasio kredit bermasalah (NPL) pada akhir September 2020 sebesar 1,03 persen (nett) atau turun dari 1,15 persen di September 2019.

    Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega meningkat 15,5 persen (yoy) menjadi Rp76,3 triliun. Pertumbuhan DPK yang besar tersebut telah meningkatkan aset milik Bank Mega secara signifikan yang meningkat 18,2 persen (yoy) menjadi Rp103,8 triliun.

    Pencapaian DPK dan kredit menjadikan rasio LDR pada September 2020 sebesar 64 persen atau turun dibandingkan September 2019 sebesar 71 persen. Dari sisi likuiditas, Bank Mega telah menetapkan kebijakan untuk tetap menjaga rasio LDR di kisaran 70 persen.

    Sementara itu, struktur permodalan Bank Mega yang tercermin dari rasio CAR September 2020 yang meningkat jadi 26 persen pada periode September 2020. Posisi CAR ini lebih tinggi dibanding CAR industri perbankan yang sebesar 23,5 persen pada Agustus 2020.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id