BI Proyeksi Pertumbuhan Kredit Sepanjang 2020 Melambat Jadi 2,5%

    Husen Miftahudin - 16 Oktober 2020 13:00 WIB
    BI Proyeksi Pertumbuhan Kredit Sepanjang 2020 Melambat Jadi 2,5%
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan hasil survei perbankan yang menunjukkan pertumbuhan kuartalan (qtq) kredit baru pada kuartal III-2020 dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal III-2020 sebesar 50,6 persen, lebih baik dibandingkan dengan minus 33,9 persen pada kuartal sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan 68,3 persen pada kuartal III-2019.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan peningkatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan peningkatan terbesar pada jenis kredit modal kerja yang terindikasi dari SBT yang lebih baik dari minus 19,5 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 68,1 persen.

    Sementara pertumbuhan kredit investasi dan kredit konsumsi juga terindikasi mengalami perbaikan, tercermin pada SBT yang membaik masing-masing dari minus 75,1 persen dan minus 68,6 persen menjadi 28,6 persen dan 42,7 persen. Membaiknya penyaluran kredit konsumsi terutama terjadi untuk jenis Kredit Pemilikan Rumah/Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA) dan kredit tanpa agunan.

    "Secara sektoral, meningkatnya SBT pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh sektor, dengan SBT tertinggi pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial; sektor pertanian, perburuan dan kehutanan; serta sektor listrik, gas dan air," ujar Onny dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Onny melanjutkan, pada kuartal IV 2020 pertumbuhan kredit baru diprakirakan meningkat, meski tidak setinggi periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT prakiraan permintaan kredit baru pada kuartal IV-2020 sebesar 57,6 persen, lebih tinggi dibandingkan 50,6 persen pada kuartal sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan 70,6 persen pada kuartal yang sama 2019.

    "Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan tren perbaikan kinerja pembiayaan masih berlanjut pada kuartal IV-2020, meskipun relatif terbatas jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," urai dia.
     
    Sementara standar penyaluran kredit pada kuartal IV-2020 diprakirakan tidak seketat periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 8,1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan 11,0 persen pada kuartal sebelumnya.

    Menurut Onny, pelonggaran standar penyaluran kredit akan dilakukan terhadap seluruh jenis kredit, terutama kredit kepada debitur Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran yang paling longgar pada kuartal IV-2020 adalah suku bunga, sementara aspek kebijakan lainnya diprakirakan akan lebih ketat pada kuartal IV-2020.

    "Hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit melambat untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 2,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen (yoy)," pungkas Onny.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id