Penetrasi Perbankan Syariah Masih di Bawah GDP

    Annisa ayu artanti - 23 September 2021 23:13 WIB
    Penetrasi Perbankan Syariah Masih di Bawah GDP
    Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi - - Foto: MI/ Susanto



    Jakarta: Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi menilai preferensi masyarakat terhadap perbankan syariah masih cukup besar meskipun penetrasi lembaga keuangan syariah Indonesia terhadap Gross Domestic Product (GDP) masih rendah.

    Dibandingkan negara lain, penetrasi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai tiga persen. Sedangkan negara-negara lain sudah melambung di atas 30 hingga 50 persen.

     



    "Dari sisi penetrasi kita bandingkan dari GDP kita paling ketinggalan. Penetrasi rate untuk syariah finance di Indonesia terhadap GDP hanya tiga persen," kata Hery dalam Indonesia Sharia Summit 2021, Kamis, 23 September 2021.

    Hery menuturkan capaian tersebut sangat disayangkan mengingat potensi Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar sangat besar.

    "Bahkan Iran sudah mencapai 110 persen. Padahal Indonesia sendiri potensinya cukup besar," ucapnya.

    Dalam paparannya, Iran menduduki peringkat pertama dalam penetrasi keuangan syariah. Kemudian diikuti dengan Kuwait 81 persen, Saudi Arabia 56 persen, Malaysia 53 persen, dan Uni Emirat Arab 36 persen.

    Kendati demikian Hery tak berkecil hati, ia mengungkapkan masih ada sinyal menggembirakan dari posisi lembaga keuangan dalam hal ini perbankan syariah nasional.

    Selama 2019 hingga 2021 perbankan syariah menunjukan resilient yang tinggi. Perbankan syariah memiliki daya tahan yang cukup tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional, terlebih disaat pandemi.


    "Dari sisi aset, di Juni 2021 pertumbuhan ya mencapai 15,8 persen. Sementara dari sisi pembiayaan tumbuh di atas tujuh persen dan dana pihak ketiganya juga sangat bagus pertumbuhannya," ungkapnya.

    Hal tersebut menurutnya menggambarkan potensi perbankan syariah nasional masih cukup lebar di masa depan. "Ini masih menggambarkan memang syariah ini punya space yang cukup lebar untuk tumbuh lebih tinggi lagi," ucapnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id