comscore

Gubernur BI Pamer Keberhasilan Digitalisasi Indonesia di Jeddah

Husen Miftahudin - 12 November 2021 19:44 WIB
Gubernur BI Pamer Keberhasilan Digitalisasi Indonesia di Jeddah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jeddah: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo untuk kedua kalinya menjadi Chairman of Executive Committee (EC)-Islamic Financial Services Board (IFSB) periode 2021-2023. Ia memimpin langsung pertemuan EC pada 8-10 November 2021 di Jeddah, Arab Saudi.

Dalam kesempatan tersebut, Perry mengangkat keberhasilan digitalisasi di Indonesia yang tidak hanya fokus pada layanan finansial, namun juga ekonomi termasuk syariah. Ia mencontohkan seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan rencana pembangunan BI-Fast yang dapat mempercepat akselerasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

 



"Keberadaan QRIS dapat mempercepat distribusi Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (ZISWAF) melalui masjid, lembaga amil zakat, pesantren, serta dapat mendorong UMKM untuk melakukan ekspansi bisnis dengan menyediakan platform pembayaran yang cepat, mudah digunakan, dan andal," ucap Perry dalam siaran persnya, Jumat, 12 November 2021.

Sementara itu, jelasnya, BI-Fast merupakan suatu terobosan bagi bank, termasuk perbankan syariah, dan lembaga selain bank untuk dapat memfasilitasi layanan transfer yang seketika (real time) dan sepanjang waktu (24/7) serta terintegrasi dengan sistem pembayaran nasional.

Pada pertemuan tersebut, Perry juga menekankan kembali pentingnya pencapaian transformasi IFSB yang tengah berlangsung, mencakup transformasi kebijakan, organisasi, dan sumber daya manusia (SDM). Pencapaian transformasi tersebut memperkuat IFSB Strategic Performance Plan 2022-2024 yang dicanangkan oleh IFSB untuk penajaman pencapaian outcomes dan output dalam waktu tiga tahun ke depan.

"IFSB harus terus memperkuat proses tata kelola internal dengan membangun sistem dan iklim kerja yang kondusif untuk menjadi international standard setting body terdepan pada area keuangan syariah," harap Perry.

Adapun Pertemuan Komite Eksekutif ini diikuti oleh delapan negara anggota EC IFSB, yaitu Arab Saudi, Oman, Turki, Nigeria, Pakistan, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan menghadiri The 15th IFSB Summit dimana Gubernur BI menjadi salah satu pembicara utama, pertemuan bilateral dengan Gubernur Saudi Central Bank (SAMA), Gubernur State Bank of Pakistan (SBP), dan Pimpinan Islamic Development Bank (IsDB).

Pertemuan bilateral dengan SAMA menghasilkan beberapa hal, diantaranya untuk mendorong kerja sama cross-border payment Indonesia-Arab Saudi termasuk kemungkinan menggunakan QRIS, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara internasional, pembentukan IFSB regional hub, serta dukungan dari SAMA kepada Indonesia sebagai Presidensi G20 pada 2022.

Pada pertemuan dengan SBP, Gubernur SBP menyampaikan apresiasi atas perkembangan digitalisasi di Indonesia, serta disepakati untuk dibuat Structured Bilateral Cooperation antara kedua lembaga, dengan fokus digitalisasi dan komunikasi. Dalam hal ini, SBP sangat ingin mempelajari program-program BI di kedua bidang, yang dianggap berhasil.

Sementara itu, pertemuan dengan IsDB menghasilkan beberapa program inisiatif nyata untuk mendorong kerja sama ekonomi dan keuangan syariah internasional, terutama di bidang perdagangan dan inklusi keuangan.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id