comscore

Airlangga Hartarto: Meskipun Pandemi, Pasar Saham RI Rebound Relatif Cepat

Husen Miftahudin - 30 Desember 2021 22:13 WIB
Airlangga Hartarto: Meskipun Pandemi, Pasar Saham RI <i>Rebound</i> Relatif Cepat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang 2021 yang banyak menorehkan prestasi dan sejarah bagi pasar modal, yang di antaranya kenaikan jumlah investor, penghimpunan dana, hingga minat perusahaan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

"Untuk itu, selamat kepada seluruh stakeholder di pasar modal yang di dalam pandemi covid-19 ini kita rebound-nya relatif cepat," ujar Airlangga dalam Penutupan Perdagangan BEI 2021, Kamis, 30 Desember 2021.

 



Airlangga menyampaikan, hingga akhir 2021, aktivitas perdagangan saham terus bertumbuh secara positif. Hal ini tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus bergerak stabil dan cenderung meningkat dibandingkan pada kuartal III-2021.

IHSG capai rekor

Sebagai gambaran, per 29 Desember 2021, IHSG berada di level 6.600,68 atau meningkat 10,40 persen (ytd). Bahkan pada kuartal IV-2021, tepatnya di 22 November 2021, IHSG sempat menembus rekor baru di level 6.723,39. Ini merupakan rekor tertinggi sebelum terjadinya pandemi.

"BEI sudah mencapai rekor IHSG 6.723, return dari BEI secara year to date-nya 10 persen. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham per 29 Desember 2021 mencapai Rp8.275 triliun atau meningkat 18,72 (ytd)," paparnya.

Dari sisi demand, juga terjadi peningkatan jumlah investor pasar modal secara signifikan di sepanjang 2021. Per 29 Desember 2021, jumlah investor sebanyak 7,48 juta atau meningkat sebesar sebesar 92,70 persen dibandingkan akhir 2020 yang tercatat hanya sebesar 3,88 juta.

Peningkatan jumlah investor

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), peningkatan jumlah investor ini didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai sekitar 59,98 persen dari total investor.

"Pendalaman pasar terjadi dengan adanya peningkatan jumlah investor baru, terutama investor ritel di pasar modal serta penambahan jumlah perusahaan yang melakukan IPO," tutur dia.

Di sisi lain, ia menekankan pemerintah juga memberikan dorongan kepada perusahaan di Indonesia untuk melakukan penggalangan dana di pasar modal dengan melantai di Bursa. Salah satunya dengan menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

"PPh Badan kita sudah turunkan 22 persen di 2021 dan perusahaan publik sudah 19 persen. Jadi bahasanya, kalau jumlah perusahaan yang IPO kurang banyak, berarti yang kebangetan Dirut Bursanya," celoteh Airlangga.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id