comscore

Program Tax Amnesty Jilid II Bikin Rupiah Sukses Gilas Dolar AS

Husen Miftahudin - 10 Januari 2022 17:37 WIB
Program <i>Tax Amnesty</i> Jilid II Bikin Rupiah Sukses Gilas Dolar AS
Ilustrasi mata uang rupiah pecahan Rp50 ribu - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Jakarta: Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen terhadap Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II membuat nilai tukar rupiah sukses menggilas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

"Setelah berlaku, ternyata banyak wajib pajak yang langsung memanfaatkan program ini. Terbukti, baru hari kelima berjalan sudah ada lebih dari 1.000 wajib pajak yang mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi selama ini," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Senin, 10 Januari 2022.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga 5 Januari 2022, sudah ada sebanyak 1.024 wajib pajak yang memanfaatkan program ini. Dengan total nilai harta bersih mencapai Rp559,51 miliar.

Sementara itu, nilai Pajak Penghasilan (PPh) final yang sudah terkumpul dan masuk ke penerimaan negara sebesar Rp67,79 miliar. Ini terdiri dari deklarasi dalam dan luar negeri serta investasi di Surat Berharga Negara (SBN).

Secara rinci, harta bersih yang berasal dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp503,24 miliar dan dari deklarasi luar negeri sebanyak Rp28,23 miliar. Sedangkan yang dimasukkan dalam SBN sebanyak Rp28,04 miliar.

Tax Amnesty jilid II berlangsung selama enam bulan, yakni 1 Januari hingga 30 Juni 2022. Pelaporan dilakukan secara online melalui akun wajib pajak di situs https://djponline.pajak.go.id/account/login dalam jangka waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Artinya, bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja.

Ada dua kebijakan yang berlaku. Pertama, Wajib Pajak peserta Tax Amnesty baik Pribadi maupun Badan dengan tarif 6 persen hingga 11 persen. Kedua, hanya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi perolehan harta 2016-2020 dengan tarif 12 persen hingga 18 persen.

Dari faktor global, dolar AS memulai minggu ini dengan dukungan karena para pedagang bertaruh data inflasi AS dan penampilan dari beberapa pejabat Federal Reserve akan mendukung kasus untuk suku bunga yang lebih tinggi.

"Imbal hasil Treasury AS melonjak pekan lalu menyusul sikap Federal Reserve AS yang hawkish dalam risalah dari pertemuan Desember 2021," urai Ibrahim.

Laporan pekerjaan AS untuk Desember 2021 menunjukkan bahwa non-farm payrolls berada di 199 ribu, lebih rendah dari perkiraan. Sementara tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan 3,9 persen.

Menurutnya, investor sekarang menunggu data inflasi, termasuk indeks harga konsumen. Sementara itu, Tiongkok juga akan merilis indeks harga konsumen dan produsen.

Dana Fed berjangka telah memberi harga peluang hampir 90 persen dari kenaikan suku bunga Fed pada Maret 2022 dan peluang lebih dari 90 persen dari yang lain pada Juni. Bank sentral juga dapat mempercepat program pengurangan asetnya.

Investor sekarang menunggu komentar dari sejumlah pejabat Fed sepanjang minggu, termasuk Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed Kansas City Esther George, Presiden Fed St. Louis James Bullard, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, Fed Chicago Presiden Charles Evans, dan Presiden Fed New York John Williams.

"Selain ipu, Pembicaraan AS-Rusia mengenai meningkatnya ketegangan di Ukraina juga membuat para pedagang gelisah karena kedua belah pihak tampak berjauhan dan kegagalan berisiko menimbulkan konfrontasi bersenjata di depan pintu Eropa," jelas Ibrahim.

Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan awal pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.299 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 51,5 poin atau setara 0,36 persen dari posisi Rp14.350 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.323 per USD. Rupiah menguat 32 poin atau setara 0,22 persen dari Rp14.355 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.323 per USD atau naik 37 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.360 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.270 per USD hingga Rp14.350 per USD," pungkas Ibrahim.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id