comscore

Kasus Salah Transfer, Perbankan Diminta Kedepankan Prinsip Kehati-Hatian

Angga Bratadharma - 24 Desember 2021 18:11 WIB
Kasus Salah Transfer, Perbankan Diminta Kedepankan Prinsip Kehati-Hatian
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Jakarta: Kasus salah transfer dana menjadi sebuah persoalan tersendiri dan mengharuskan institusi bank harus langsung membuktikan jika memang ada kekeliruan tersebut kepada penerima dana. Bila kasus itu terjadi maka perlindungan konsumen perlu dikedepankan agar persoalan bisa selesai dengan baik dan menguntungkan bagi semua pihak.

Namun sayangnya, ada kasus salah transfer yang justru membuat nasabah yang menerima dana salah transfer digugat secara hukum. Menyikapi hal itu, nasabah dimaksud melakukan pembelaan dan menggugat bank tersebut. Indah Harini menjadi nasabah yang melakukan gugatan itu melalui kuasa hukumnya yang tergabung pada kantor Hukum Mastermind & Associates.
Gugatan itu karena Indah merasa mengalami kerugian materiil dan immateriil akibat kasus salah transfer yang menyebabkan dirinya dijadikan tersangka. Sidang pertama gugatan tersebut dijadwalkan Kamis, 23 Desember 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Mengapa ada salah transfer tapi baru dipermasalahkan setelah 11 bulan? Di mana prinsip kehati-hatian perbankan diterapkan?" kata Henri Kusuma, kuasa hukum Indah Harini, dalam keterangan resminya, Jumat, 24 Desember 2021.

Chandra, yang juga merupakan kuasa hukum Indah Harini mempertanyakan mengapa nasabah prioritas yang punya itikad baik dan konsisten melapor dan bertanya kepada bank, ketika mengetahui terjadi salah transfer, tapi justru dikriminalisasi. "Apa yang menimpa Ibu (Indah Harini) bisa terjadi pada siapa saja," kata Chandra.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi mengeluhkan soal ramainya kabar nasabah atau konsumen yang menerima transfer dana yang berujung pidana di pengadilan. Padahal, lanjutnya, setiap konsumen yang menjadi nasabah bank memiliki hak konsumen.
 
Hak yang dimaksudkan Sularsi yakni hak mendapatkan informasi yang benar, jelas, jujur, jaminan keamanan, dan kepastian hukum dari pelaku penyedia jasa keuangan. "Ada dana yang masuk ke nasabah dan tidak diketahui dana dari mana, konsumen sudah menyampaikan kepada pelaku usaha bahwa menerima transfer, ini merupakan wujud itikad baik konsumen," ucapnya.

Menurutnya menjadi kewajiban penyedia jasa untuk menjelaskan kepada konsumen dana tersebut berasal dari mana. Artinya dalam keadaan ini konsumen tidak patut dipersalahkan selama ada bukti telah melakukan proses pelaporan kepada penyedia jasa sebagai bentuk iktikad baik.
 
Praktisi Hukum Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Saepudin Zuhri mengatakan jika ada bank melakukan kesalahan transfer maka itu murni kesalahan bank. Pada akhir hari sebelum melakukan balancing, bank biasanya memisahkan slip transaksi pada hari tersebut per masing-masing jenis transaksi dan mata uang untuk kemudian dijumlahkan dengan mesin hitung.
 

"Balancing dilakukan untuk memastikan semua transaksi telah di input dengan benar sesuai dengan saldo uang tunai yang tercatat pada komputer," kata Saepudin.
 
Bank juga harus memeriksa kecocokan saldo akhir hari dengan laporan transaksi hari itu, dan memeriksa ulang validasi posting, memposting setiap transaksi ke dalam rekening dengan benar, dan melaksanakan validasi slip yang digunakan untuk transaksi.
 
Pegawai dan pejabat bank harus memastikan bahwa semua dokumen dan slip transaksi telah diproses dan memeriksa hasil cetak validasi dengan data asli (mencocokkan jumlah dan nomor rekening yang tertulis pada slip yang telah divalidasi).
 
"Karenanya, bank tidak dapat menerima pengembalian dana. Kenapa? karena bank telah melakukan berbagai tahapan yaitu pelaksanaan transaksi melalui proses maker, checker, approver, dan konfirmasi," pungkas Saepudin.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id