Optimisme Bank Indonesia Dorong Penguatan Rupiah

    Husen Miftahudin - 24 Juni 2020 19:04 WIB
    Optimisme Bank Indonesia Dorong Penguatan Rupiah
    Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah - - Foto: Antara/ Reno Esnir
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai optimisme Bank Indonesia (BI) terhadap pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2020 mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Penguatan mata uang Garuda hari ini sekaligus memutus tren pelemahan sejak awal pekan.

    Adapun bank sentral meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini tumbuh di kisaran 0,9 persen hingga 1,9 persen. Proyeksi tersebut lebih optimistis ketimbang prakiraan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang berada di kisaran minus 0,4 persen sampai satu persen.

    "Meskipun untuk kuartal kedua diyakini akan mengalami kontraksi akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun kontraksi tersebut tidak terlalu parah sehingga apa yang ditakutkan oleh pemerintah (Menkeu) maupun Bank Dunia tidak akan terjadi," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Selain itu Ibrahim memandang pelonggaran PSBB, perkantoran, mal, dan pasar yang dilakukan pemerintah menjadi modal dasar untuk kembali menggerakan sistem keuangan dan pertahanan ekonomi negara.

    Di sisi lain upaya memperpanjang stimulus di bidang kesehatan, bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan sosial (bansos) sampai akhir 2020 membuat daya beli masyarakat akan tetap berjalan dan konsumsi masyarakat akan tetap terjaga.

    "Oleh karena itu pemerintah harus berani membuat kebijakan yang berani dengan program-program pemulihan yang berkesinambungan, sehingga diharapkan sistem keuangan dan pertahanan ekonomi negara akan kembali pulih dan stabil," ungkapnya.

    Pemerintah juga wajib melakukan evaluasi kebijakan pemulihan ekonomi. Tujuannya agar strategi bauran yang sudah diterapkan bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang ada.

    "Disinilah pemerintah harus bisa menjelaskan tentang kondisi yang sebenarnya terhadap pasar sehingga pasar kembali percaya," tutur Ibrahim.

    Secara bersamaan Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda yang pada beberapa bulan terakhir ini masih stabil karena tidak jauh beranjak dari level Rp14 ribu per USD. Termasuk mengendalikan inflasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi.

    "Salah satu bauran kebijakan yang sudah dijalankan adalah penurunan suku bunga, suku bunga kredit, dan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali," beber Ibrahim.

    Dalam penutupan hari ini nilai tukar rupiah mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.130 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.161 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat 31 poin atau setara 0,22 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.110 per USD sampai Rp14.159 per USD.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.142 per USD. Rupiah menguat 57 poin atau setara 0,40 persen, dari Rp14.200 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sementara mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.160 per USD atau mengalami penguatan signifikan sebesar 105 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.265 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan masih akan menguat di level Rp14.100 per USD sampai Rp14.150 per USD," tutup Ibrahim.
     



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id