Rupiah Lemah karena Investor Jual Aset Jadi Uang Tunai

    Husen Miftahudin - 20 Maret 2020 17:36 WIB
    Rupiah Lemah karena Investor Jual Aset Jadi Uang Tunai
    Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan gejolak nilai tukar rupiah saat ini berbeda dengan kondisi krisis moneter 1998 dan resesi global 2008. Meski pelemahan mata uang Garuda sekarang hampir menyentuh titik terendah saat krisis moneter.

    Di sejumlah perbankan nasional pada hari ini misalnya, rupiah secara rata-rata diperdagangkan di level Rp16.184 per USD. Sementara posisi terendah rupiah saat krisis moneter terjadi pada Juli 1998 yang tembus ke Rp16.800 per USD. Sedangkan pada resesi global 2008, rupiah terdepresiasi sebesar 38 persen selama tiga bulan, dari Rp9.161 per USD menjadi Rp12.650 per USD.

    Perry bilang pelemahan rupiah yang terjadi sekarang karena adanya kepanikan para investor seluruh pasar keuangan global. Merebaknya virus korona atau covid-19 dengan cepat membuat pemilik-pemilik modal di dunia menjual aset mereka menjadi uang tunai (cash).

    "Kondisi ini memang investor dan pelaku pasar keuangan global yang memiliki saham, obligasi, emas, mereka jual ke bentuk dolar (uang tunai)," ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Kondisi pemilik modal yang menjual investasinya menjadi uang tunai secara bersamaan membuat terjadinya pengetatan USD di pasar keuangan global. Termasuk Indonesia, sehingga mata uang Garuda juga ikut terdepresiasi cukup dalam.

    "Dalam konteks itu memang Indonesia juga terkena. Kita tidak sendiri, seluruh negara mengalami hal sama," ungkap dia.

    Kondisi ini membuat bank sentral terus meningkatkan intensitas triple intervention, baik di transaksi domestic non deliverable forward (DNDF), spot, maupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Kemudian menjaga mekanisme dan confidence pasar dengan memperlihatkan kecukupan cadangan devida (cadev) sebesar USD130,4 miliar pada akhir Februari 2020.


    "Tentu saja terus berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BUMN, dan otoritas terkait lainnya. Lalu langkah-langkah lanjutan dilakukan untuk bagaimana kemudian berbagai program target itu bisa nanti akan datangkan devisa. Kombinasi itu yang kami terus lakukan," urai Perry.

    Berdasarkan data Blommberg yang dikutip Medcom.id pada pukul 16.15 WIB, dolar Singapura melemah 0,33 persen, dong Vietnam melemah 0,54 persen, kip Laos melemah 0,07 persen, riel Kamboja juga melemah 0,74 persen, sementara rupiah merosot sebanyak 0,30 persen.

    Adapun mata uang Garuda pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Maret 2020, berada di level Rp15.960 per USD dengan kisaran pergerakan rupiah berada di posisi Rp15.950 per USD hingga Rp16.225 per USD.

    Yahoo Finance mencatat rupiah berada posisi Rp16.150 per USD, sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) menunjukkan posisi rupiah berada di level Rp16.273 per USD.  




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id