Pelaku Pasar Kembali Lega, Kurs Rupiah Unjuk Gigi

    Annisa ayu artanti - 15 September 2020 16:46 WIB
    Pelaku Pasar Kembali Lega, Kurs Rupiah Unjuk Gigi
    Penguatan rupiah salah satunya disebabkan oleh kebijakan penerapan PSBB jilid kedua yang ternyata tidak terlalu ketat. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 35 poin ke level Rp14.845 per USD dari penutupan perdagangan hari sebelumnya Rp14.890 per USD.

    Director PT TRIP Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah salah satunya disebabkan oleh kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua yang ternyata tidak terlalu ketat. Semula, peringatan darurat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kecemasan bagi pasar lantaran khawatir roda perekonomian akan berhenti kembali.

    "Semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di Ibu Kota sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya serta kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret kembali sirna," kata Ibrahim dalam risetnya, Selasa, 15 September 2020.

    Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah juga dipicu oleh neraca perdagangan Indonesia pada Agustus kembali mencatatkan surplus. Neraca dagang Agustus 2020 tercatat surplus USD2,33 miliar.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Agustus USD13,07 miliar atau turun 4,62 persen dibanding Juli 2020. Nilai ekspor ini juga turun 8,36 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2019.

    Sementara impor pada Agustus 2020 tercatat USD10,74 miliar atau naik 2,65 persen dibandingkan Juli. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun drastis hingga 24,19 persen.

    Sedangkan dari faktor eksternal, Ibrahim menyebut pelemahan uang negeri Paman Sam tersebut lantaran investor sedang bernafsu memburu aset-aset berisiko karena ada kabar baik dari pengembangan vaksin korona.

    Selain itu, pasar juga terus memantau perkembangan tentang Brexit. Ia menjelaskan, pemerintah Inggris telah memenangkan pemungutan suara awal di parlemen atas tagihan kontroversialnya yang melanggar kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

    Pedagang juga melihat pertemuan kebijakan bank sentral di Amerika Serikat pada Rabu, begitu juga dengan di Jepang dan Inggris pada Kamis. Pertemuan Federal Reserve minggu ini akan menjadi yang pertama sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan pergeseran ke arah toleransi yang lebih besar terhadap inflasi. Adapun proyeksi dari pembuat kebijakan inflasi akan tetap di bawah dua persen.

    "Dalam perdagangan Rabu, mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuasi namun ditutup menguat 20-40 poin di level Rp14.820-Rp14.900 per USD," ucapnya.  
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id