comscore

Perusahaan Digital Magnet bagi Investor, Valuasi IPO GoTo USD40 Miliar Mudah Dicapai

Ade Hapsari Lestarini - 10 November 2021 15:26 WIB
Perusahaan Digital Magnet bagi Investor, Valuasi IPO GoTo USD40 Miliar Mudah Dicapai
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Ekonomi digital di Indonesia selalu menjadi magnet bagi investor yang ingin menanamkan uangnya di perusahaan digital Indonesia.

Salah satu perusahaan digital yang menjadi 'incaran' investor asing adalah holding perusahaan Gojek dan Tokopedia yaitu GoTo. Beberapa waktu yang lalu Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) baru menyuntikkan dana senilai USD400 juta atau lebih dari Rp5,6 triliun lewat penggalangan dana pra-IPO.
Masuknya investor sebelum IPO ini berdampak positif terhadap valuasi GoTo. Bahkan GoTo dikabarkan membidik dana investasi USD1,5 miliar sampai USD2 miliar atau sekitar Rp21,19 triliun sampai Rp28,26 triliun.

Dengan banyaknya dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) masuk ke GoTo, membuat valuasi dari Gojek dan Tokopedia mengalami kenaikan.

Berdasarkan data CB Insight, valuasi GoTo di akhir tahun lalu USD18 miliar. Menjelang IPO dan masuknya investor dari Dubai. Sementara valuasi GoTo berdasarkan data Reuters sudah mencapai USD32 miliar.

Valuasi GoTo akan terus naik

Menurut Co Founder Jarvis Asset Management Kartika Sutandi, ketika GoTo hendak melakukan IPO, valuasi induk dari Gojek dan Tokopedia ini akan terus mengalami kenaikan. Bahkan Kartika memperkirakan ketika GoTo melakukan IPO, valuasi decacorn tersebut akan mencapai USD35 miliar. Bahkan ketika sinergi antara Gojek dan Tokopedia ini bisa terbentuk dan GoFinance sudah mulai dijalankan, Kartika optimistis valuasi GoTo bisa mencapai USD40 miliar.

Dia mengatakan, di akhir tahun lalu, PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay, yang terafiliasi dengan Gojek, telah resmi menjadi pemegang saham baru di Bank Jago dengan kepemilikan sebesar 22,16 persen. Sehingga diperkirakan total dana yang dikeluarkan dalam aksi korporasi ini mencapai Rp2,77 triliun.

"Investor yang masuk ke Gojek dan Tokopedia beberapa waktu yang lalu untung besar. Salah satunya adalah Telkomsel yang akhir tahun lalu masuk ke Gojek. Jika kita asumsikan Telkomsel masuk di valuasi GoTo USD18 miliar, maka yield mereka 44 persen. Itu dalam currency dolar AS ya. tidak ada investasi yang bisa memberikan yield sebesar itu. Sehingga tepat bagi Telkomsel masuk di Gojek sebelum IPO GoTo,"ungkap Kartika, Rabu, 10 November 2021.

Jika investasi Telkomsel USD450 juta atau setara dengan Rp6,5 triliun, maka dalam perhitungan Kartika, ketika GoTo IPO maka investasi yang ditanamkan di PT Karya Anak Bangsa saat ini sudah tumbuh menjadi Rp2,8 triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dari bisnis konektivitas yang selama ini dibangun oleh Telkom maupun Telkomsel.

"Jika dibandingkan laba Telkom 2020 sebesar Rp29,6 triliun, maka keuntungan bersih investasi Telkomsel di Gojek setara dengan 21,3 persen dari keuntungan Telkom. Memang investasi di perusahaan digital akan tumbuh lebih besar dari perusahaan konvensional," ungkap Kartika.

Jika Telkomsel mendapatkan keuntungan, maka ujung-ujungnya pemegang saham Telkom yang akan diuntungkan. Termasuk Negara yang memiliki saham Telkom. Menurut Kartika saat ini harga saham Telkom belum merefleksikan investasinya di Gojek. Jika sudah merefleksikan investasinya di Gojek, maka harga saham Telkom bisa 30 persen dari harga yang saat ini.

"Saya optimistis harga saham Telkom setelah GoTo IPO kelak akan 30 persen dari harga sekarang. Harga saham Telkom akan terus tumbuh ketika Telkom dan Telkomsel terus investasi di perusahaan digital. Saat ini seluruh perusahaan multinasional termasuk perusahaan telekomunikasi global berinvestasi di perusahaan digital," pungkas Kartika.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id