MSIN Diversifikasi Pendapatan dengan Produk Action Figure

    Arif Wicaksono - 20 Juni 2021 18:03 WIB
    MSIN Diversifikasi Pendapatan dengan Produk <i>Action Figure</i>
    Ilustrasi pendapatan MSIN. Foto : AFP.



    Jakarta: PT MNC Studios International Tbk (MSIN) berusaha melakukan diversifikasi pendapatan selain dari konten digital dan televisi. Sampat saat ini kontribusi terbesar MSIN masih berasal dari konten dan digital.

    Pada laporan keuangan perusahaan 2020, dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), bisnis kontan dan digital masih mendominasi pendapatan MSIN dengan porsi sebesar 86 persen dari total pendapatan sebesar Rp1,9 triliun. Sedangkan bisnis talent dan lainnya berkontribusi sisanya atau 14 persen.

     



    MSIN melalui unit bisnisnya MNC Licensing mengembangkan pendapatan dari unit bisnis talent dan lainnya dengan action figure Bima S. Bima S yang mengedepankan konsep Bangga Buatan Indonesia merupakan action figure 100 persen buatan Indonesia, diproduksi di dalam negeri.

    Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan bermula dari serial live action Bima Satria Garuda Series yang pernah tayang di RCTI 7 tahun lalu, unit bisnis MSIN, yaitu MNC Animation mengadaptasi serial tersebut ke dalam format animasi 3D.

    "Sekarang, IP Bima S itu dimanfaatkan untuk menjadi mainan. Pada semester II tahun ini akan diluncurkan juga karakternya di theme park Lido. Ini merupakan buatan lokal. Bangga buatan Indonesia," jelasnya dalam keterangan resminya, Minggu, 20 Juni 2021.

    Dalam produksi mainan Bima S, MSIN, melalui MNC Licensing,  bekerja sama dengan pabrik mainan PT Royal Kreasi Cemerlang.

    "Saya ada kabar gembira. Dari Mei sampai Juni ini, kita sudah dapat pesanan satu huta,"  kata CEO PT Royal Kreasi Cemerlang Stephen Sutjiadi.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menilai Bima merupakan ikon kebanggaan Indonesia dan menjadi harapan baru bagi ekosistem ekonomi kreatif.

    "Ini menjadi satu semangat baru, agar nanti juga bisa menembus pasar internasional dan menggerakkan ekonomi bangsa. Produk karya bangsa yang merupakan bagian dari kontribusi ekonomi kreatif," tutur Sandiaga.

    Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih mengapresiasi produksi mainan dalam negeri tersebut.

    "Kemampuan industri mainan anak di dalam negeri itu memang tidak kalah dari luar negeri," kata Gati. 

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id