comscore

Gaet Investor Baru, Syailendra Capital Pasarkan Produk Reksa Dana Syariah

Husen Miftahudin - 14 Juli 2021 21:07 WIB
Gaet Investor Baru, Syailendra Capital Pasarkan Produk Reksa Dana Syariah
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Syailendra Capital memasarkan produk Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid. Produk investasi reksa dana pasar uang syariah ini merupakan kerja sama Syailendra Capital dengan Bareksa dan OVO.

Lahirnya produk baru ini merupakan usaha Syailendra Capital dalam menghadirkan produk reksa dana pasar uang di tengah pertumbuhan minat terhadap investasi reksa dana. Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pertumbuhan jumlah investor baru reksa dana mencapai 1,65 juta investor secara year to date (per 15 Juni 2021).
Direktur Syailendra Capital Harnugama menjelaskan, produk reksa dana pasar uang merupakan instrumen yang cocok bagi para investor baru. Hal ini karena karakteristik reksa dana pasar uang yang minim risiko, bersifat likuid, transaksi yang mudah, serta modal yang murah.

"Masyarakat Indonesia ini kan umumnya deposan, sementara produk ini secara karakter punya kemiripan dengan deposito, tapi imbal hasilnya bisa mengalahkan deposito. Oleh karenanya, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid ini cocok bagi investor yang baru mencoba melakukan investasi di reksa dana," ungkap Harnugama dalam keterangan resminya, Rabu, 14 Juli 2021.

Harnugama optimistis Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid bisa menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito dengan target imbal hasil mulai dari 3-6 persen nett per tahun.

Industri reksa dana syariah Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah dana kelolaan reksa dana syariah mencapai Rp77,5 triliun pada April 2021. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2018 yang hanya Rp34,5 triliun.

Dari sisi market share, reksa dana syariah juga berhasil mengalami peningkatan. Tercatat pada akhir April 2021, market share reksa dana syariah menyentuh 13,65 persen, jauh lebih besar dibandingkan akhir 2018 yang hanya 6,82 persen.

Ia mengungkapkan bahwa produk investasi Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid akan berfokus pada pengelolaan aset-aset syariah yang sesuai dengan tata kelola produk investasi syariah. Tak hanya itu, produk ini dapat diakses melalui aplikasi OVO mulai dari Rp10 ribu.

"Investor juga bisa mendapatkan kemudahan lain melalui produk ini karena nasabah bisa langsung melakukan pencairan ke OVO Cash. Fitur ini menjadi yang pertama hadir di Indonesia dalam hal produk reksa dana pasar uang syariah dengan pencairan instan ke uang elektronik," tuturnya.

Harnugama percaya bahwa kemudahan akses punya peranan kunci dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk reksa dana. Melalui kerja sama dengan OVO dan Bareksa, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid diharapkan dapat menjadi terobosan baru bagi pertumbuhan investasi reksa dana, khususnya bagi investor ritel dari kalangan millennial yang erat dengan penggunaan teknologi setiap harinya.

"Kami berharap, produk ini bisa menjadi gerbang awal bagi perjalanan investasi masyarakat mencapai tujuan keuangannya masing-masing," tutup Harnugama.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id