Kurs Rupiah Pagi Takluk terhadap Dolar AS

    Angga Bratadharma - 13 April 2021 09:41 WIB
    Kurs Rupiah Pagi Takluk terhadap Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi atau di awal bulan suci Ramadan terpantau melemah ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.595 per USD. Mata uang Paman Sam masih bertenaga besar seiring dengan tingginya tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 13 April 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.612 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.612 hingga Rp14.615 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.424 per USD.






    Sementara itu, dolar AS turun tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Para pedagang menunggu data inflasi dan penjualan ritel AS yang sangat dinantikan dalam beberapa hari mendatang, dan Departemen Keuangan melihat permintaan kuat untuk penjualan baru obligasi tiga tahun dan 10 tahun.

    Dolar telah bangkit kembali di tahun ini didorong kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS di tengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi.

    Data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat adalah fokus ekonomi utama. Investor bertaruh bahwa tekanan harga akan meningkat karena melonjaknya stimulus fiskal dan moneter dan saat bisnis dibuka kembali dari penutupan terkait covid-19.

    Perbandingan dengan tahun lalu juga cenderung kuat, karena inflasi turun tahun lalu ketika bisnis tutup akibat penyebaran virus. "Dengan data AS yang diperkirakan menguat minggu ini, kami yakin kenaikan dolar dapat berlanjut," kata analis di Brown Brothers Harriman dalam sebuah laporan.

    Data penjualan ritel untuk Maret akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya melemah 0,04 persen menjadi 92,164. Indeks bertahan di atas level terendah tiga minggu di 91,995 yang dicapai pada Kamis, 8 April. Euro sedikit berubah pada 1,1900 dolar AS.

    Imbal hasil obligasi turun dari tertinggi sesi tetapi lebih tinggi pada hari sebelum Departemen Keuangan akan menjual obligasi 30 tahun pada Selasa waktu setempat, dan setelah lelang Senin, 12 April, melihat permintaan yang baik.

    Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS berada pada titik perubahan dan tampaknya akan ada peningkatan kuat dalam beberapa bulan mendatang, tetapi ia juga memperingatkan risiko yang berasal dari pembukaan kembali yang tergesa-gesa.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id