Manajemen Baru Jiwasraya Tingkatkan Transparansi dan Kualitas Tata Kelola

    Annisa ayu artanti - 21 Oktober 2020 11:36 WIB
    Manajemen Baru Jiwasraya Tingkatkan Transparansi dan Kualitas Tata Kelola
    Ilustrasi Jiwasraya - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berkomitmen melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen risiko perusahaan.

    Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso menjelaskan transformasi dalam rangka peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko difokuskan pada penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, hingga asas keadilan (fairness).

    "Kami sadar bahwa di tengah aksi korporasi yang saat ini sedang dijalankan pemerintah dan tim gabungan, manajemen baru juga harus melakukan pembenahan dari sisi fundamental. Semoga transformasi di sisi internal ini dapat dipahami sebagai upaya dan itikad baik manajemen baru dalam menjalankan program penyelamatan polis Jiwasraya," ujar Mahelan yang juga menjadi salah satu Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Jiwasraya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Sejalan dengan peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko perusahaan, manajemen baru Jiwasraya juga menerapkan penggunaan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) pada saat menjalankan bisnis asuransi itu.

    Penerapan prinsip GCG tersebut direalisasikan dengan menerapkan sistem kerja antigratifikasi, pengendalian informasi, pelaporan pelanggaran, penerapan pedoman etika dan perilaku, hingga pengisian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

    "Hal ini dikarenakan program restrukturisasi juga harus dibarengi dengan restrukturisasi organisasi dan perbaikan proses bisnis terutama di bisnis utama hingga penempatan investasi," ucapnya.

    Sebagai penerapan transformasi perusahaan, lanjutnya, Jiwasraya telah memiliki standarisasi yang ideal dan sesuai aturan terhadap penempatan portofolio investasi yang dimiliki perusahaan. Tak hanya itu, penerapan standarisasi portofolio tersebut dibarengi pula oleh penerapan manajemen risiko pada investasi.

    Sejak November 2018 lalu, manajemen baru Jiwasraya juga telah melakukan perbaikan proses bisnis dalam rangka memaksimalkan potensi-potensi perusahaan yang masih dapat dioptimalkan, sebelum Pemerintah melaksanakan program penyelamatan polis atau restrukturisasi Jiwasraya.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id