Pajak Investor Bitcoin Cs Diusulkan hanya 0,05%

    Eko Nordiansyah - 17 Mei 2021 13:19 WIB
    Pajak Investor Bitcoin Cs Diusulkan hanya 0,05%
    Bitcoin. Foto ; AFP.



    Jakarta: Industri perdagangan aset kripto berharap pemerintah mengenakan pajak untuk investasi bitcoin cs sebesar 0,05 persen. Usulan tarif ini akan disampaikan kepada pemerintah agar bisa didiskusikan secara lebih lanjut dengan pihak terkait.

    "Harapan kami dari industri sebesar 0,05 persen supaya industri kripto tetap dapat bersaing dengan global. Hal ini memang sedang dibicarakan oleh pihak pemerintah," kata CEO Indodax Oscar Darmawan kepada Medcom.id, Senin, 17 Mei 2021.

     



    Selaku pialang atau pelaku perdagangan aset kripto, Oscar menyampaikan bahwa pungutan pajak tersebut dihitung sebaik mungkin sehingga tidak memberatkan. Selain itu, pungutan dan realisasi dari pengenaan pajak ini juga diharapkan berjalan dengan baik.

    "Saya pikir, pemerintah mengetahui hal tersebut dan dapat mempertimbangkannya dengan baik. Tentu kita berharap perhitungan tarifnya bersifat rasional, sesuai dengan pola bisnis kripto ini. Dan tentu saja, tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

    Ia menilai, pengenaan pajak yang tidak memberatkan juga akan mendapat dukungan dari para investor. Terlebih ada banyak investor yang terlibat didalamnya. Termasuk pula dukungan dari para developer blockchain dan kripto yang berasal dari seluruh dunia.

    "Mudah-mudahan kebijakan soal pajak diharapkan berjalan dengan baik dan tidak memberatkan. Kalau untuk angka tersebut saya kira kita mendukung dan mengikuti arahan perhitungan pemerintah," pungkas dia.

    Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo sebelumnya mengatakan, pihaknya tengah mendiskusikan bagaimana pemajakan bitcoin cs. Secara logika, ia menyebut persoalan bitcoin dan kripto lainnya ini sama seperti investasi, sehingga ada keuntungan yang ditimbulkan.
     
    Meski begitu, ia mengatakan, DJP harus betul-betul melihat apakah hasil investasi dari aset kripto ini bisa ditukarkan dalam bentuk uang. Apabila sama seperti investasi konvensional lainnya, artinya ada penghasilan yang bisa dikenakan pajak.
     
    "Nanti kita apakan? Oh memajakinya begini, nanti kita potong atau kita pungut misalnya. Jadi kami sekarang sedang betul-betul mendalaminya. Jadi bagaimana pemajakannya yaitu sama seperti penerima penghasilan yang lain," ungkap Suryo.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id