Segera Dirilis, Ini Bocoran Fitur yang Ada di Bank Digital BCA

    Annisa ayu artanti - 22 April 2021 22:22 WIB
    Segera Dirilis, Ini Bocoran Fitur yang Ada di Bank Digital BCA
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan Bank Digital yang akan diluncurkan pada kuartal II-2021 nanti akan cocok untuk kebutuhan milenial.

    Bank Digital BCA merupakan perubahan nama dari PT Bank Royal Indonesia setelah diakuisisi BCA pada April 2019.






    "Terkait Bank Digital, kita tetap pada target kita, tetap pada kuartal kedua. Fiturnya seperti apa? tunggu tanggal mainnya, yang pasti cocok banget saat ini untuk kaum milenial," kata Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim dalam konferensi pers virtual, Kamis, 22 April 2021.

    Namun, Vera sedikit membocorkan beberapa fitur menarik yang akan ada di Bank Digital itu. Pertama, pengaturan tabungan sesuai dengan kebutuhan anak-anak muda. Mulai dari tabungan menikah, arisan, hingga vacation.

    "Dari tabungan bisa diatur mana untuk kebutuhan nikah, ada tabungan untuk arisan, jalan-jalan dan sebagainya. Jadi cocok banget harusnya untuk teman-teman kita di milenial," ucapnya.

    Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan Bank Digital BCA akan menyasar target utama segmen milenial yang memang berorientasi pada platform digital. Dia mengakui, selama ini BCA belum sepenuhnya fokus menggarap market milenial.

    Bank Digital BCA, ditekankan Jahja, akan benar-benar mengedepankan teknologi sehingga tidak ada kantor cabang dan tidak melayani transaksi tunai.

    "Intinya begini, di BCA itu sudah lebih 22 juta nasabah. Nah kita yakin bahwa para milenial adalah yang kita katakan missmarket. Kalau di BCA okelah dengan apa yang kita berikan. Tapi mungkin enggak fokus dengan teman-teman yang betul-betul digital savvy," tutur Jahja.

    Kendati demikian, Jahja tetap mengungkapkan BCA akan terus belajar mengenai pengembangan bank digital karena perusahaan pun mengakui belum expert dalam bisnis bank tersebut.

    "Kita mau belajar karena belum expert di bank digital. Kita lihat di dunia banyak model bank digital yang sudah berkembang dan sukses dalam valuasi. Banyak juga yang belum sukses secara fundamental yaitu financial statement, profit-loss belum ada, meski 1-2 bank yang sudah profitable, yang lain baru tinggi valuasinya," pungkasnya.


    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id